Penanganan Stroke: Waktu Krusial dalam Pertolongan Medis
Waktu menjadi elemen krusial dalam penanganan serangan stroke, di mana intervensi medis diperlukan dalam waktu 4,5 jam setelah gejala muncul.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Penundaan penanganan dapat memperburuk kerusakan jaringan otak dan mengurangi peluang pemulihan pasien.
Dokter spesialis syaraf, dr. Zicky Yombana Babeheer, Sp.N., AIFO-K., DAIFIDN., CPS, menyatakan, 'Kalau serangan stroke harus ngapain? Tidak usah bingung. Harus dibawa ke rumah sakit dalam waktu 4,5 jam paling baik.'
Fase awal ini, yang dikenal sebagai golden period, memberikan kesempatan besar bagi pasien untuk mendapatkan penanganan medis yang efektif.
Makin lama pasien dibiarkan tanpa tindakan, risiko kerusakan jaringan otak akan meningkat. Data dari Cleveland Clinic menunjukkan bahwa dalam waktu yang sama, jaringan otak yang kekurangan oksigen dapat diselamatkan melalui terapi medis, seperti tissue plasminogen activators (tPA).
Setelah melewati batas waktu tersebut, efektivitas tPA menurun, dan risiko komplikasi seperti perdarahan otak dapat meningkat secara signifikan.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti, entah karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan bagian otak yang terdampak tidak menerima oksigen dan nutrisi yang cukup.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Gejala stroke sering kali muncul tiba-tiba, bahkan saat seseorang menjalani aktivitas sehari-hari atau saat tidur. Dr. Zicky menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan tanda-tanda awal stroke.
Perubahan mendadak dalam kemampuan berbicara, gerakan, dan keseimbangan dapat menjadi indikator yang jelas. 'Senyuman berubah, gerakan berubah, bicara berubah, kebas, pandangan yang rabun, sakit kepala yang hebat,' demikian ungkapnya.
Kecepatan penanganan menjadi kunci dalam menentukan outcome pasien di rumah sakit. Setiap menit keterlambatan dapat menghilangkan sejumlah besar sel neuron di otak manusia.
Sayangnya, masih terdapat kesalahpahaman di masyarakat terkait penanganan awal serangan stroke. Banyak yang melakukan tindakan tradisional seperti menusuk jari atau memberikan minuman manis, yang ternyata tidak efektif.
Dr. Zicky mengingatkan bahwa tindakan tersebut bukanlah solusi. 'Jangan kelincahan, tusuk jari, kasih teh manis, kasih minyak-minyakan. Tidak usah. Langsung bawa ke rumah sakit,' tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: