BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 18:50 WIB

Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Menyusup ke Atmosfer dan Mengancam Lingkungan

Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Menyusup ke Atmosfer dan Mengancam LingkunganMikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Menyusup ke Atmosfer dan Mengancam Lingkungan

Air hujan yang jatuh di DKI Jakarta kini mencatatkan kehadiran mikroplastik, sebuah penemuan yang menyoroti kekhawatiran atas tingkat pencemaran lingkungan di kawasan urban.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Fenomena ini dijelaskan secara ilmiah oleh Prof Etty Riani dari IPB University, mengungkapkan berbagai sumber yang menyuplai mikroplastik ke atmosfer.

Sumber Mikroplastik di Lingkungan Perkotaan

Menurut Prof Etty Riani dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, mikroplastik di Jakarta berasal dari beberapa sumber. Sumber utama pesatnya mikroplastik ini termasuk gesekan ban mobil, penguraian sampah plastik kering, serta serat bahan pakaian sintetis.

Partikel mikroplastik, terutama dalam ukuran nanoplastik yang sangat kecil, dapat dengan mudah terangkat ke atmosfer karena massa yang ringan. Dalam proses ini, mikroplastik terbawa arus angin, sebelum akhirnya jatuh ke permukaan melalui air hujan.

Hujan pada dasarnya berfungsi sebagai 'pencuci' atmosfer, sehingga mikroplastik yang biasanya tidak terlihat ini bisa mencemari air bersih yang kita gunakan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Faktor Lingkungan yang Memperparah Pencemaran

Prof Etty menjelaskan bahwa kondisi lingkungan, seperti suhu tinggi dan udara kering, dapat mempercepat proses pelapukan plastik. Hal ini membuat partikel halus lebih mudah terbang ke udara.

Tingginya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari menjadi faktor kunci dalam pencemaran ini. Dari bangun tidur hingga tidur kembali, banyak produk yang menggunakan plastik dan berkontribusi terhadap penguraian plastik menjadi mikroplastik.

Kesadaran akan frekuensi penggunaan plastik sangat penting, untuk memahami dampaknya yang negatif terhadap lingkungan.

Edukasi dan Tindakan Preventif yang Diperlukan

Pentingnya edukasi masyarakat mengenai pola hidup ramah lingkungan menjadi sorotan. Prof Etty menekankan perlunya pengurangan penggunaan plastik dan menghindari produk perawatan tubuh yang mengandung mikroplastik.

Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam memilah sampah sejak dari rumah dengan menerapkan prinsip 3R: reduce, reuse, recycle. Kesadaran ini bisa membantu mengurangi akumulasi plastik yang dapat membahayakan lingkungan.

Peran pemerintah juga krusial dalam penegakan kebijakan untuk mengurangi penggunaan plastik, termasuk sanksi bagi yang tidak mematuhi. Prof Etty menambahkan bahwa pencemaran plastik bukan hanya tantangan bagi lingkungan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan manusia karena adanya bahan aditif yang dapat memicu masalah kesehatan.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Menyusup ke Atmosfer dan Mengancam Lingkungan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!