Proses Penyerahan Usulan 40 Nama Tokoh Pahlawan Nasional
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul, telah menyerahkan daftar 40 nama tokoh yang diusulkan untuk memperoleh gelar pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Di antara nama-nama tersebut terdapat Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan aktivis buruh perempuan Marsinah.
Usulan 40 nama tokoh untuk gelar pahlawan nasional ini hasil pembahasan yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Gus Ipul menyatakan beberapa tokoh mungkin telah memenuhi syarat sejak lima hingga enam tahun lalu.
Ia menyampaikan, 'Usulan ini berupa nama-nama yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir ini.' Proses yang transparan dan mendalam menjadi fokus utama dalam usulan gelar pahlawan nasional ini.
Daftar nama tersebut dikumpulkan melalui input masyarakat, yang kemudian dianalisis oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Hasil kajian diharapkan menggambarkan representasi yang luas dari berbagai elemen masyarakat.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan proses pengusulan 40 nama telah melewati serangkaian kajian serta seminar. 'Tentu nanti kami akan bersidang. Rencananya besok bersama Tim Dewan Gelar,' ungkapnya.
Dewan Gelar berfungsi untuk memastikan semua usulan telah melalui standardisasi yang ketat sebelum diputuskan secara resmi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjunjung tinggi proses seleksi yang akurat dan adil.
Dewan Gelar berupaya menjadikan hasil yang dicapai sebagai referensi penting sebelum disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia untuk keputusan final.
Selain Gus Dur dan Soeharto, beberapa tokoh lain yang diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional termasuk Syaikhona Muhammad Kholil, KH Bisri Syansuri, dan aktivis buruh perempuan, Marsinah.
Usulan juga meliputi tokoh militer seperti Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf dan Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin. Ini menggambarkan keragaman latar belakang sosok yang diusulkan, mencakup tokoh dengan kontribusi luas terhadap masyarakat.
Gus Ipul menegaskan, 'Ya tentu ini nanti selanjutnya akan dibahas sepenuhnya dan kita tunggu hasilnya secara bersama-sama.' Ini menunjukkan harapan akan keterlibatan aktif masyarakat dalam menentukan siapa yang layak disebut pahlawan.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: