Mengenal Osteoporosis pada Pria: Risiko dan Pentingnya Skrining Kesehatan Tulang
Osteoporosis bukanlah masalah yang hanya mengintai kaum wanita, melainkan juga merupakan risiko signifikan bagi pria. Sekitar satu dari lima pria berusia di atas 50 tahun diperkirakan akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis di sepanjang hidup mereka.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengalami patah tulang memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan wanita. Hal ini menegaskan pentingnya kesadaran akan kesehatan tulang di kalangan pria.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Cathleen Colon-Emeric dari Durham VA Health Care System, pemeriksaan osteoporosis pada pria cenderung lebih rendah dibandingkan wanita. Hanya 2 persen dari 3.000 veteran berusia 65 hingga 85 tahun yang diteliti telah menjalani pemeriksaan kepadatan tulang.
Dari hasil penelitian tersebut, 49 persen responden menyatakan bersedia melakukan pemindaian, namun setengah dari mereka terdiagnosis menderita osteoporosis atau osteopenia. Angka ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran di kalangan pria mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan tulang.
Penelitian lebih lanjut mengindikasikan bahwa pria berusia 50 tahun memiliki risiko meninggal akibat komplikasi patah tulang osteoporosis lebih tinggi dibandingkan dengan kanker prostat. Dr. Colon-Emeric menyatakan, "Pria tidak sebaik wanita dalam pemulihan."
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Organisasi seperti Endocrine Society dan American Society for Bone and Mineral Research merekomendasikan agar pria di atas usia 50 tahun dengan faktor risiko melakukan pemeriksaan kesehatan. Namun, rekomendasi dari American College of Physicians menunjukkan bahwa bukti skrining pada pria masih dianggap tidak memadai.
Dr. Eric Orwoll, seorang ahli endokrinologi, menekankan pentingnya pemindaian tulang bagi pria yang mengalami patah tulang setelah usia 50. "Itu salah satu indikator utamanya," jelasnya.
Adanya obat osteoporosis yang dapat meningkatkan kepadatan tulang untuk pria, sama halnya dengan wanita. Meskipun demikian, banyak studi yang dilakukan pada pria masih memiliki keterbatasan dalam hal ukuran sampel dan tindak lanjut.
Pria lanjut usia harus memperhatikan faktor risiko tambahan seperti riwayat keluarga penyakit tulang dan kondisi kesehatan tertentu seperti artritis reumatoid dan penyakit Parkinson. Kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol berlebihan juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko.
Dr. Colon-Emeric menambahkan, "Sejumlah obat juga memengaruhi kepadatan tulang Anda, terutama steroid dan obat kanker prostat."
Perubahan gaya hidup seperti berolahraga secara teratur dan mengonsumsi suplemen kalsium serta vitamin D diharapkan dapat berkontribusi pada kesehatan tulang, meskipun langkah-langkah tersebut tidak cukup untuk menghentikan seluruh proses pengeroposan tulang.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: