BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 13 OKTOBER 2025 • 20:46 WIB

Ancaman Kiamat di Bawah Laut: Pemutihan Karang dan Risiko Iklim Global

Ancaman Kiamat di Bawah Laut: Pemutihan Karang dan Risiko Iklim GlobalAncaman Kiamat di Bawah Laut: Pemutihan Karang dan Risiko Iklim Global

Ilmuwan dari University of Exeter, Inggris, telah mengeluarkan peringatan mengenai tanda-tanda kiamat yang terlihat jelas di bawah laut akibat lonjakan suhu global yang ekstrem.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Eksosistem terumbu karang kini berada di ambang kehancuran, menandakan bahwa Bumi telah mencapai titik balik iklim yang mengkhawatirkan.

Pemutihan Karang dan Risiko Planet

Laporan yang dihasilkan oleh tim peneliti dari University of Exeter menyatakan bahwa pemanasan global sudah menjadi realitas yang dihadapi umat manusia, bukan sekadar ancaman di masa depan.

Steve Smith, ilmuwan sosial yang juga penulis utama laporan tersebut, menegaskan, 'Kita tidak bisa lagi membicarakan titik balik sebagai risiko masa depan. Ini adalah realitas baru kita.'

Laporan ini mengidentifikasi 20 titik balik planet yang berpotensi terjadi, termasuk kemungkinan runtuhnya lapisan es dan kematian massal hutan hujan Amazon.

Kerusakan ekosistem terumbu karang kini menjadi bukti nyata bahwa salah satu titik balik tersebut telah terlewati.

Dampak Pemutihan Karang Secara Global

Dalam dua tahun terakhir, suhu laut yang meningkat telah menyebabkan pemutihan karang secara luas, fenomena di mana karang mengeluarkan alga simbiotik yang memberi warna dan nutrisi.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Sejak awal tahun 2023, dunia telah mengalami peristiwa pemutihan global keempat dalam beberapa dekade terakhir, dengan lebih dari 84% ekosistem terumbu karang terdampak.

Michael Studivan, ahli ekologi karang dari University of Miami, menyatakan, 'Kita sudah sampai di titik itu. Gangguan yang terjadi semakin parah dan sering, dan masa pemulihan di antaranya kini hampir tidak ada lagi.'

Peristiwa ini menegaskan bahwa terumbu karang sangat rentan terhadap perubahan suhu, dan dampaknya mulai semakin meluas.

Tantangan Masa Depan dan Kebutuhan Perubahan Kebijakan

Ilmuwan memperingatkan bahwa meski umat manusia berhasil menstabilkan suhu global di 1,5°C di atas tingkat pra-industri sesuai komitmen Perjanjian Paris 2015, kerusakan pada terumbu karang akan terus berlanjut.

Untuk menjaga kelangsungan hidup terumbu karang secara signifikan, Bumi perlu didinginkan kembali pada sekitar 1°C di atas tingkat pra-industri, yang membutuhkan penyerapan kembali karbon dioksida dari atmosfer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ancaman Kiamat di Bawah Laut: Pemutihan Karang dan Risiko Iklim Global

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!