Polarisasi Olahraga: Penolakan Visa Atlet Israel oleh Indonesia
Federasi Senam Israel mengajukan banding atas keputusan pemerintah Indonesia yang melarang atlet mereka berkompetisi di kejuaraan dunia di Jakarta. Mereka menilai langkah ini adalah tindakan 'keterlaluan'.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pemerintah Indonesia, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, menolak memberikan visa kepada atlet Israel sebagai respons terhadap kekerasan yang terjadi di Gaza. Kebijakan ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi masyarakat sipil dan partai politik.
Federasi Senam Israel mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga menyusul penolakan visa yang dialami atlet senam mereka. Penolakan ini turut mencakup Artem Dolgopyat, peraih medali emas Olimpiade, yang dianggap penting untuk integritas olahraga internasional.
Dalam pernyataan resmi mereka, Federasi Senam Israel menegaskan bahwa tindakan Indonesia mengancam prinsip-prinsip dasar olahraga. Mereka meminta agar badan olahraga internasional berperan aktif dalam menyelesaikan masalah ini.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Keputusan pemerintah untuk menolak visa ini mendapatkan dukungan luas dari elemen masyarakat. Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, menyatakan bahwa keputusan tersebut selaras dengan keinginan publik yang mengharapkan aksi tegas terhadap Israel.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, secara tegas menyatakan bahwa ia tidak akan mengizinkan kehadiran atlet asal Israel dalam Kejuaraan Senam Dunia di Jakarta. Pihaknya berpendapat bahwa hak sebagai kepala daerah memungkinkan penolakan tersebut mengingat isu politik yang sedang berlangsung.
Penolakan visa ini mempertegas sorotan internasional, dengan Komite Olimpiade Israel yang mendesak badan olahraga internasional untuk mengambil tindakan. Mereka menyatakan bahwa keputusan ini merugikan peluang atlet untuk berkompetisi secara adil dan setara.
Sikap pemerintah Indonesia tampak kokoh, menyalurkan posisi politiknya dengan menolak kehadiran atlet Israel selama konflik di Gaza berlanjut.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: