BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 13:50 WIB

Ancaman Teror di Sekolah Internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara

Ancaman Teror di Sekolah Internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta UtaraAncaman Teror di Sekolah Internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara

Tiga sekolah internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp dari pelaku yang diduga menghubungi dari Nigeria. Modus operandi ini melibatkan permintaan tebusan sebesar USD 30 ribu dalam bentuk cryptocurrency.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz

Sekolah yang menjadi target terdiri dari Jakarta Nanyang School, Mentari Intercultural School, dan North Jakarta Intercultural School. Pesan berisi ancaman tersebut meminta agar tebusan dibayarkan dalam waktu 45 menit dengan ancaman akan meledakkan bom jika tidak dipatuhi.

Detail Ancaman Teror di Sekolah Internasional

Pesan yang diterima oleh ketiga sekolah menunjukkan kesamaan dalam format dan isi. Pelaku mencantumkan kata-kata tegas yang menyatakan telah memasang bom di lokasi sekolah dan memberi waktu 45 menit untuk membayar tebusan.

'Pesan ini untuk semua orang, kita telah memasang bom di sekolah kalian. Bom tersebut akan meledak dalam 45 menit. Bila kamu tidak setuju untuk membayar kami senilai USD 30.000 ke alamat bitcoin kami,' demikian isi ancaman yang berhasil ditangkap layar oleh pihak sekolah.

Selain itu, pelaku juga menekankan konsekuensi dari tidak membayar, yaitu akan meledakkan perangkat yang diklaim terpasang. 'Bila kamu tidak mengirimkan uang tersebut, kami akan segera meledakkan perangkat itu. Telepon polisi kami akan meledakkan perangkat di tempat itu,' tambahnya.

Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan

Tindakan Kepolisian dan Hasil Sterilisasi

Mendapat laporan tentang ancaman ini, kepolisian segera melakukan tindakan responsif. Kompol Seto Handoko, Kapolsek Kelapa Gading, mengonfirmasi bahwa nomor pengirim pesan berasal dari luar negeri, tepatnya Nigeria.

Tim kepolisian dari Polres Tangsel dan Polsek Kelapa Gading melaksanakan sterilisasi di kawasan ketiga sekolah dengan melibatkan tim penjinak bom. 'Pujian Tuhan, hasilnya juga tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya,' ungkap AKBP Victor Inkiriwang, Kapolres Tangsel.

Sterilisasi di North Jakarta Intercultural School juga menghasilkan laporan yang sama, di mana tidak ada bom ditemukan dalam pengecekan.

Pelacakan dan Hasil Investigasi Terhadap Permintaan Tebusan

Polsek Kelapa Gading telah berkoordinasi dengan asosiasi terkait cryptocurrency untuk menyelidiki wallet address yang diberikan oleh pelaku. Hasil investigasi menunjukkan bahwa wallet address tersebut tidak valid dan tidak terdaftar di bursa kripto di Indonesia.

'Hasil koordinasi dengan Pak Mohammad Naufal Alvira selaku Vice Chairman of Crypto Asset menunjukkan bahwa wallet address yang dimaksud tidak ditemukan,' ungkap Kompol Seto.

Informasi ini menunjukkan bahwa upaya pelacakan terhadap aliran dana yang diminta oleh peneror gagal, mengindikasikan bahwa ancaman tersebut mungkin tidak terorganisir dengan baik.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ancaman Teror di Sekolah Internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!