BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 13:21 WIB

Greta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Setelah Dideportasi oleh Israel

Greta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Setelah Dideportasi oleh IsraelGreta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Setelah Dideportasi oleh Israel

Greta Thunberg, aktivis iklim asal Swedia, beserta ratusan relawan Global Sumud Flotilla (GSF), hadir di Yunani setelah dideportasi oleh Israel saat mencoba mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Kedatangan mereka di Bandara Internasional Athena pada Senin (6/10) menyoroti pentingnya misi yang dianggap menantang blokade Israel yang ilegal dan tidak manusiawi.

Misi Humanitarian yang Dihalang

Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan gerakan internasional yang bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, yang saat ini berada di bawah blokade Israel. Armada GSF berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada awal September 2025 dengan melibatkan sekitar 40 kapal sipil.

Ketika berlayar menuju Gaza, armada ini dicegat oleh Angkatan Laut Israel di lepas pantai Mesir, di mana Israel menuduh GSF sebagai bagian dari Hamas. Penghalangan ini menimbulkan ketegangan internasional, terutama mengingat pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di wilayah konflik.

Thunberg, di tengah situasi ini, menegaskan bahwa upaya mereka adalah bagian dari misi terbesar yang dilakukan untuk 'mematahkan pengepungan ilegal dan tidak manusiawi Israel' melalui laut.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Reaksi dan Respons Global

Setelah mendarat di Athena, Thunberg mengungkapkan kepada awak media bahwa aksi ini sangat memalukan, terutama ketika pemerintah internasional tidak menunjukkan keinginan untuk membantu. 'Kita bahkan tidak melihat upaya minimum dari pemerintah kita,' ujarnya.

Dari total 171 aktivis yang dideportasi oleh Israel, Kementerian Luar Negeri Yunani menyatakan bahwa penerbangan yang mendarat di Athena membawa 27 warga Yunani dan 134 warga negara lain dari 15 negara Eropa. Hal ini mencerminkan dukungan internasional terhadap misi kemanusiaan tersebut.

Beberapa negara bagian Eropa juga mengekspresikan keprihatinan mereka atas pemindahan paksa ini, menuntut agar Israel menghormati hak asasi manusia dan kebebasan beraktivitas bagi seluruh individu.

Konteks Konflik dan Keberlanjutan Misi

Konflik antara Israel dan Palestina telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan banyak laporan yang menunjukkan kekerasan yang berlanjut terhadap warga sipil Palestina. Thunberg menekankan perlunya tindakan global dalam mencegah genosida terhadap Palestina, yang dinilainya meningkat dalam dua tahun terakhir.

Armada GSF sebelumnya pernah mengalami serangan saat berlayar di perairan Yunani dan saat berlabuh di Tunisia. Serangan-serangan ini dilaporkan sebagai upaya intimidasi terhadap misi bantuan kemanusiaan yang mereka jalankan.

GSF berkomitmen untuk melanjutkan upaya mereka meskipun menghadapi tantangan besar, menunjukkan keberanian dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan pengiriman bantuan bagi yang membutuhkan.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Greta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Setelah Dideportasi oleh Israel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!