Peran Microbreak dalam Meningkatkan Kesejahteraan di Tempat Kerja
Microbreak adalah kebiasaan istirahat singkat selama dua menit yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan di tempat kerja.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Penelitian menunjukkan bahwa melakukan microbreak secara teratur dapat mengurangi risiko burnout dan meningkatkan konsentrasi.
Microbreak merupakan jeda istirahat singkat berkisar antara 2-5 menit yang dilakukan di tengah aktivitas kerja.
Tujuan dari microbreak adalah memberikan kesempatan bagi otak dan tubuh untuk beristirahat sejenak dari tugas yang dilakukan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas.
Menurut Dr. Anna McGowan, seorang ahli psikologi kerja, "microbreak dapat memperbaharui fokus dan energi individu."
Praktik ini sangat mudah dilakukan, cukup dengan mengalihkan perhatian dari layar komputer atau pekerjaan lainnya dengan aktivitas ringan.
Burnout adalah kondisi mental yang timbul akibat tekanan pekerjaan yang berlebihan dan berkepanjangan.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Microbreak dapat membantu mencegah kondisi ini dengan memberikan waktu bagi karyawan untuk mengumpulkan kembali energi dan melakukan refleksi.
Sebuah penelitian dari University of California menunjukkan bahwa karyawan yang rutin melakukan microbreak mengalami penurunan tingkat stres.
Hal ini berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari microbreak, penting untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukannya.
Karyawan disarankan untuk meluangkan waktu setiap satu jam untuk melakukan istirahat singkat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: