Starbucks Umumkan Penutupan Kedai dan Pemangkasan Pekerjaan sebagai Upaya Restrukturisasi
Starbucks baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menutup sejumlah kedai kopi yang berkinerja buruk di Amerika Utara dan memangkas sekitar 900 posisi pekerjaan.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Langkah ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan senilai US$ 1 miliar, atau sekitar Rp 16,8 triliun, untuk mengembalikan pertumbuhan penjualan dan laba.
Starbucks berkomitmen untuk merombak operasional di Amerika Serikat dengan fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan. Perusahaan berencana untuk memperkenalkan cangkir keramik dan menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi pelanggan.
CEO Brian Niccol menyatakan dalam surat kepada karyawan bahwa 'selama peninjauan, kami mengidentifikasi kedai kopi yang tidak mampu menciptakan lingkungan fisik yang diharapkan pelanggan dan mitra kami'.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Ia menambahkan bahwa lokasi-lokasi yang tidak memiliki peluang untuk mencapai kinerja finansial akan ditutup. Langkah ini sejalan dengan upaya Starbucks untuk mendukung pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Selain menutup gerai, Starbucks juga akan memangkas jumlah tenaga kerja di tim pendukung dan membatalkan beberapa posisi yang masih terbuka. Ini merupakan langkah lanjutan dari pemutusan hubungan kerja sebelumnya pada Februari 2025 yang mempengaruhi 1.100 karyawan.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan operasi yang lebih efisien dalam struktur perusahaan. Niccol menyatakan bahwa 'kami menyederhanakan struktur dengan menghilangkan duplikasi', yang akan membantu meningkatkan akuntabilitas dan mendorong tim yang lebih gesit.
Menurut laporan CNBC, tujuan utama dari restrukturisasi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menurunkan kompleksitas dalam bisnis. Starbucks menekankan pentingnya mencapai integrasi yang lebih baik untuk meningkatkan kinerja keseluruhan.
Niccol menyebutkan bahwa dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat kembali ke ekosistem kedai kopi klasik yang menjadi dasar identitas Starbucks. Hal ini diharapkan dapat menarik kembali pelanggan dan meningkatkan penjualan di masa depan.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: