BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 10:59 WIB

Long COVID: Memahami Gejala dan Dampaknya

Long COVID: Memahami Gejala dan DampaknyaLong COVID: Memahami Gejala dan Dampaknya

Long COVID, istilah yang kini semakin dikenal, merujuk pada serangkaian gejala yang terus berlanjut setelah seseorang terinfeksi virus corona. Gejala ini bisa bertahan berbulan-bulan, bahkan saat individu tersebut sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Penelitian menunjukkan bahwa Long COVID dapat mempengaruhi semua orang, baik yang mengalami gejala berat maupun ringan. Kondisi ini telah menjadi fokus perhatian global, termasuk di Indonesia.

Apa Itu Long COVID?

Long COVID merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan gejala yang berlanjut setelah pemulihan dari infeksi COVID-19. Pengamatan menunjukkan fenomena ini sering terjadi pada mereka yang terinfeksi SARS-CoV-2, meskipun tanpa gejala parah.

Gejala Long COVID bervariasi, mulai dari kelelahan berkelanjutan, kesulitan bernapas, hingga gangguan kognitif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kondisi ini sebagai gejala yang bertahan lebih dari 12 minggu pasca infeksi COVID-19.

Kondisi ini juga membingungkan, karena tidak semua gejala dapat terdeteksi melalui pemeriksaan fisik atau tes laboratorium. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang Long COVID penting untuk diagnosis yang akurat.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dampak Long COVID Terhadap Kesehatan

Dampak dari Long COVID dapat sangat signifikan dan menyentuh berbagai aspek kesehatan individu. Penelitian menunjukkan adanya gangguan pada sistem pernapasan, kardiovaskular, dan bahkan neurologis setelah sembuh dari COVID-19.

Kelelahan kronis menjadi salah satu gejala umum yang dikeluhkan oleh pasien Long COVID. Kelelahan ini tidak hanya berdampak pada aktivitas fisik, tetapi juga mengganggu fungsi mental, termasuk konsentrasi dan memori.

Tak jarang, individu dengan Long COVID mengalami depresi dan kecemasan sebagai dampak dari gejala yang berkepanjangan. Ini menunjukkan perlunya dukungan psikologis selama proses pemulihan mereka.

Upaya Penanganan Long COVID

Penanganan Long COVID memerlukan pendekatan yang komprehensif, melibatkan berbagai disiplin ilmu. Kerja sama antara dokter spesialis, psikolog, dan fisioterapis sangat penting dalam merancang rencana perawatan.

Beberapa metode terapi yang saat ini digunakan mencakup rehabilitasi fisik untuk meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh pasien. Di samping itu, terapi perilaku kognitif diharapkan dapat membantu pasien mengatasi masalah mental yang muncul akibat Long COVID.

Penting bagi pasien untuk selalu menjaga komunikasi terbuka dengan tim medis. Dengan demikian, penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan gejala dan kebutuhan masing-masing pasien.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Long COVID: Memahami Gejala dan Dampaknya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!