Kasus Keracunan Menu Ikan Hiu Goreng dalam Program Makan Bergizi Gratis
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengonfirmasi bahwa ikan hiu goreng menjadi salah satu menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ketapang, Kalimantan Barat.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Namun, menu ini mendapat perhatian setelah 24 siswa dan seorang guru di sekolah dasar setempat mengalami keracunan usai menyantap hidangan tersebut.
Nanik S Deyang menjelaskan bahwa pemilihan menu ikan hiu goreng didasarkan pada kearifan lokal, di mana ikan hiu merupakan makanan yang umum di wilayah Ketapang.
Ia menambahkan, 'Jadi sebetulnya begini, menu apapun itu kan karena judulnya kearifan lokal. Jadi apa yang menjadi kearifan lokal, ya kita gunakan.'
Meskipun menu ini hanya disajikan dua kali, banyak masyarakat setempat yang menganggap itulah pilihan yang tepat berdasarkan kebiasaan lokal.
Hiu, menurut penjelasannya, adalah jenis ikan yang familiar di daerah itu dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan dengan di Jakarta.
Kasus keracunan ini telah menimpa 25 orang, termasuk 24 siswa dan satu guru, yang mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut setelah menyantap ikan hiu goreng.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Nanik menegaskan bahwa BGN tidak akan lagi menggunakan menu yang terbukti memicu keracunan, mengatakan 'Saya tegaskan kalau ada makanan yang diidentifikasi sebagai hal yang membuat keracunan, kita nggak akan pakai di wilayah itu, sekalipun banyak.'
Penjelasan lebih lanjut dari Nanik menunjukkan bahwa penyebab keracunan tidak hanya satu, melainkan dapat melibatkan alergi makanan yang dialami oleh siswa tersebut.
Dia mencatat adanya faktor alergi yang mungkin tumpang tindih dengan keracunan, menjelaskan 'Ini ada keracunan dan ada alergi, ini tumpang tumpang.'
Sebelumnya, sudah dilakukan pendataan mengenai alergi makanan di sekolah-sekolah sebelum program MBG dijalankan, namun kemungkinan ada kelalaian dalam pelaksanaannya.
Nanik menjelaskan bahwa beberapa siswa mungkin mengalami reaksi alergi terhadap makanan tertentu, termasuk udang dan mayonnaise, yang turut berkontribusi terhadap gejala yang muncul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: