Batu Rosetta: Kunci Pencerahan Sistem Tulisan Mesir Kuno
Batu Rosetta, artefak penting dalam sejarah linguistik, ditemukan pada tahun 1799 di Mesir dan menjadi kunci untuk memahami sistem tulisan Mesir Kuno.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Artefak ini tidak hanya berisi teks dalam berbagai bahasa, tetapi juga memberikan wawasan berharga tentang budaya dan peradaban Mesir pada masa lalu.
Batu Rosetta ditemukan oleh tentara Prancis selama kampanye militer Napoleon di Mesir dan diperoleh saat melakukan pekerjaan renovasi pada sebuah benteng di dekat kota Rashid (Rosetta).
Setelah penemuannya, Batu Rosetta dibawa ke Eropa dan menjadi objek studi utama bagi bahasa kuno karena terjemahan yang tertulis dalam tiga bahasa: Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan demotik.
Keberadaan tiga bahasa ini memungkinkan para ahli bahasa untuk memecahkan kode tulisan hieroglif Mesir Kuno, yang sebelumnya tidak dapat dipahami.
Batu Rosetta berisi pengumuman yang memuji seorang farao Mesir, Ptolemaios V, dan menyebutkan pencapaian-pencapaikannya.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Teks dalam bahasa Yunani, yang lebih dikenal, memungkinkan para ilmuwan untuk memahami isi hieroglif dengan lebih baik.
Jean-François Champollion, seorang linguistik Prancis, berhasil memecahkan hieroglif dengan merujuk pada teks Yunani pada Batu Rosetta.
Pada tahun 1822, ia mengumumkan bahwa tulisan hieroglif adalah alegori dan simbol, bukan hanya huruf, yang membuka kembali wawasan tentang sejarah dan budaya Mesir Kuno.
Dampak Batu Rosetta terhadap studi bahasa sangat signifikan, menandai hasil awal dalam memahami bahasa kuno.
Pemecahan kode ini menjadi yayasan bagi studi lebih lanjut tentang peradaban yang menggunakannya dan memperkuat minat dalam arkeologi.
Batu ini merangsang minat yang lebih besar dalam penelitian tentang Mesir Kuno, memicu banyak ekspedisi untuk menemukan lebih banyak artefak dan tulisan kuno lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: