santaitalks.com – Transjakarta baru saja mengumumkan rute anyar, P11, yang menghubungkan Bogor dan Blok M. Rute ini diharapkan mampu mengangkut sekitar 2.000 penumpang setiap harinya.
Pada peresmian yang berlangsung beberapa waktu lalu, Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, percaya bahwa masyarakat akan menyambut baik layanan ini. Sebanyak 16 bus siap beroperasi dengan interval kedatangan setiap 15 menit.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, meresmikan rute baru ini yang bertujuan memperkuat hubungan antara Jakarta dan kawasan sekitar. Di acara tersebut, Welfizon Yuza menekankan pentingnya pemantauan penumpang untuk memastikan target dapat tercapai.
Transjakarta berharap, berdasarkan kesuksesan rute sebelumnya, masyarakat akan semakin berminat untuk menggunakan transportasi umum. Rute baru ini akan terus dievaluasi dan jumlah armada akan disesuaikan bila diperlukan.
Data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan adanya peningkatan penumpang yang besar setelah peluncuran beberapa rute baru. Rute-rute lainnya seperti PIK 2-Blok M dan Alam Sutera-Blok M juga mencatatkan angka yang positif dalam hal jumlah penumpang.
Misalnya, rute PIK 2-Blok M berhasil mencapai sekitar 5.800 penumpang dalam sehari, jauh di atas target awal. Sementara itu, Alam Sutera-Blok M menunjukkan rata-rata penumpang yang signifikan, terutama saat akhir pekan.
Keberhasilan peluncuran rute baru ini juga didukung oleh kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan daerah sekitarnya seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan memudahkan mobilitas masyarakat.
Dengan adanya tambahan rute dan frekuensi layanan yang lebih tinggi, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah bergerak, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah penyangga Jakarta. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan publik di sektor transportasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: