BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 12 JUNI 2025 • 07:21 WIB

Inisiatif Hilirisasi Kemenyan dan Tantangan Infrastruktur

santaitalks.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menawarkan program hilirisasi kemenyan kepada pemerintah. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dari industri kemenyan nasional di pasar internasional.

Menghadapi potensi pasar global senilai US$ 23 miliar, Indonesia dapat memaksimalkan sumber daya alamnya melalui hilirisasi kemenyan. Langkah ini juga berupaya menjaga peningkatan nilai ekspor nasional yang mencapai 5,3% tahun lalu.

Potensi Hilirisasi Kemenyan Multinasional

Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti potensi besar hilirisasi kemenyan dalam sebuah rencana. Dalam acara International Conference on Infrastructure, ia menyebut potensi nilai tambah hingga 350 kali lipat dari pasar internasional.

Produk hasil hilirisasi yang direncanakan mencakup parfum dan aromaterapi, dengan target memanfaatkan potensi pasar global senilai US$ 23 miliar. Saat ini, 80% bahan baku kemenyan diekspor, menunjukkan peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah domestik.

Luhut menyampaikan optimisme bahwa program ini dapat menjadi momen penting bagi ekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya strategi ini untuk memperluas nilai tambah internasional untuk kemenyan nasional.

Tantangan Infrastruktur dan Daerah Produksi Kemenyan

Luhut mengidentifikasi infrastruktur konektivitas sebagai aspek vital untuk program hilirisasi. Daerah penghasil kemenyan seperti Danau Toba memerlukan perbaikan infrastruktur karena aksesibilitas yang rendah.

Di Danau Toba, terdapat sekitar 75.000 pohon kemenyan dengan kapasitas 75 ton minyak per tahun. Peningkatan infrastrukur seperti pembangunan jalan tol sangat penting untuk melancarkan program ini.

Ekspor kemenyan Indonesia didominasi ke India dengan prosentase 42,9%, sementara Vietnam dan Cina juga pasar penting. Pada tahun lalu, total ekspor mencapai 43.100 ton, menegaskan permintaan tinggi dari luar negeri.

Inisiatif Hilirisasi Pangan oleh Pemerintah

Program hilirisasi juga diterapkan pada sebelas komoditas pangan oleh pemerintah. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan potensi investasi mencapai Rp 802,58 triliun dalam program ini.

Tahap awal difokuskan pada tujuh jenis pangan dengan potensi investasi sekitar Rp 460 triliun, termasuk bawang putih dan singkong. Hilirisasi ini bertujuan untuk substitusi impor dan meningkatkan kesejahteraan lokal.

Program ini diharapkan mendongkrak nilai tambah produk ekspor, menghemat devisa, dan memajukan ekonomi daerah. Pemerintah optimis langkah ini akan mendorong ketahanan pangan yang lebih sustainable.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Inisiatif Hilirisasi Kemenyan dan Tantangan Infrastruktur

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!