santaitalks.com – Presiden Indonesia Prabowo Subianto akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Pertemuan ini dilakukan untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia.
Kunjungan ini juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam bidang ekonomi dan geopolitik.
Presiden Prabowo diundang untuk hadir di Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) oleh Vladimir Putin. SPIEF diakui sebagai forum ekonomi strategis yang menyaingi forum ekonomi Barat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Rolliansyah Soemirat, menegaskan bahwa SPIEF adalah momen penting bagi Indonesia. “Pertemuan bilateral Presiden RI dengan Presiden Putin akan membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor,” katanya.
Prabowo juga akan berpidato bersama Putin dalam sesi pleno SPIEF, menunjukkan kehadiran aktif Indonesia dalam forum Global South dan kekuatan non-Barat. Selain itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga akan mengadakan pertemuan bilateral di Moskow.
Prabowo Subianto tidak akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kanada pada 17 Juni 2025. Hal ini dikarenakan jadwal yang sudah ditetapkan di Rusia dan Singapura.
Rolliansyah Soemirat menjelaskan bahwa meskipun Prabowo tidak hadir, undangan ke G7 adalah pengakuan atas posisi strategis Indonesia dalam isu global. “Undangan ke G7 adalah bentuk pengakuan atas posisi strategis Indonesia dalam isu global,” ujarnya.
Prabowo telah menghubungi Perdana Menteri Kanada, Mark Karney, untuk menyatakan dukungan terhadap agenda G7. Indonesia tetap berkomitmen memperkuat kolaborasi antara negara G7 dan mitra global lainnya, meskipun absen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: