BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 29 JULI 2025 • 08:50 WIB

Kwik Kian Gie: Sosok Ekonom Berani dan Pemikir Kritis yang Meninggalkan Warisan Tak Terlupakan

santaitalks.com – Kwik Kian Gie, seorang ekonom dan mantan menteri, meninggal dunia pada 28 Juli 2025, meninggalkan warisan pemikiran yang tak tergantikan dalam dunia ekonomi Indonesia.

Ia dikenal sebagai sosok berani yang menolak untuk tunduk pada tekanan kuasa modal dan selalu memperjuangkan keadilan ekonomi.

Menko yang Teguh pada Prinsip

Kwik Kian Gie diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri dalam periode 1999 hingga 2000 di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid.

Selanjutnya, ia juga menjabat Kepala Bappenas di era Presiden Megawati Soekarnoputri dari tahun 2001 hingga 2004.

Dalam posisinya tersebut, Kwik sering berada di jalur yang berseberangan dengan kebijakan pemerintah, khususnya dalam menolak penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Ia juga mengkritik keberadaan dominasi asing dalam ekonomi nasional serta privatisasi BUMN yang dianggapnya dilakukan secara sembarangan.

Mendekatkan Ekonomi dengan Rakyat

Tidak hanya berfokus pada karir pemerintahan, Kwik juga aktif dalam dunia akademis dan sosial, menulis buku, mengajar, dan berdiskusi dengan aktivis kampus.

Ia berupaya meniadakan jarak antara konsep ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat, menganggap bahwa inti dari ekonomi adalah keadilan dan kedaulatan rakyat.

Sebagai seorang warga keturunan Tionghoa, Kwik berhasil mematahkan stigma yang ada di masyarakat, menunjukkan bahwa integritas dan nasionalisme tidak dibatasi pada latar belakang etnis tertentu.

Pandangannya ini menjadikannya sebagai tokoh yang dekat dengan masyarakat, bukan ekonom ‘menara gading’ yang terpisah dari realita.

Warisan Pemikiran yang Tak Akan Pernah Lenyap

Meskipun telah berpulang, gagasan dan ide-ide Kwik Kian Gie masih hidup di berbagai platform dan forum, sering dibahas di ruang redaksi media hingga forum aktivis muda.

Kehilangannya pada usia 90 tahun menggugah banyak orang untuk merenungkan warisan terpenting dari sosok ini: keberanian untuk berpikir dan berbicara berbeda.

Kwik meninggalkan jejak yang kuat, di mana pemikirannya tetap menjadi topik diskusi yang relevan hingga kini.

Ekonom sejati seperti Kwik Kian Gie tidak membutuhkan pangkat atau gelar; prinsip yang tidak dapat dibeli adalah hal yang mereka perlukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kwik Kian Gie: Sosok Ekonom Berani dan Pemikir Kritis yang Meninggalkan Warisan Tak Terlupakan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!