santaitalks.com – Masyarakat China saat ini dihadapkan pada tuduhan kontroversial mengenai chip H20 produksi Nvidia yang dituding memiliki akses tersembunyi yang dapat membahayakan keamanan. Tuduhan ini muncul dari akun terafiliasi media pemerintah dan mengklaim chip tersebut tidak ramah lingkungan.
Sebagaimana dilansir oleh Reuters pada Minggu (10/8/2025), artikel yang mengangkat isu ini diunggah di platform WeChat oleh Yuyuan Tantian. Dalam tulisan tersebut, Nvidia disorot atas pengembangan chip yang dianggap berisiko dan tidak aman bagi pasar China.
Artikel di WeChat menyoroti bahwa chip H20 dapat diterobos menggunakan metode backdoor access, yang memungkinkan akses tanpa otorisasi. “Ketika suatu jenis chip tidak ramah lingkungan, tidak canggih, atau aman, sebagai konsumen, kita tentu memiliki pilihan untuk tidak membelinya,” ungkap penulis artikel tersebut.
Tuduhan ini bukan sekadar berita; ia memberikan dampak besar pada rasa was-was masyarakat terhadap teknologi baru dari Nvidia. Ketidakpastian semacam ini dapat berujung pada menurunnya minat pembeli terhadap produk yang dicap berisiko.
Media sosial juga menjadi sorotan dalam kasus ini, dengan banyak pengguna membagikan pandangan dan informasi lebih lanjut mengenai chip H20. Hal ini menunjukkan kekuatan platform digital dalam membentuk opini publik dan menambah tekanan pada perusahaan yang terlibat.
Chip H20, yang diperuntukkan bagi kecerdasan buatan, merupakan respons Nvidia terhadap pembatasan ekspor yang ditetapkan oleh AS pada chips AI canggih di akhir tahun 2023. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China menjadi salah satu penyebab di balik larangan tersebut, walaupun sempat dicabut beberapa bulan setelahnya.
Meskipun begitu, keberanian Nvidia untuk meluncurkan chip ini menjadi sorotan publik, terutama karena latar belakang yang kompleks dalam hubungan kedua negara. Terlepas dari itu, ketertarikan dan kekhawatiran di kalangan konsumen tentang chip tersebut masih terus berkembang.
Badan pengawas media sosial China juga terlihat aktif dalam situasi ini, dengan melakukan pemanggilan terhadap pihak Nvidia untuk memberikan penjelasan lebih lanjut. Ini menunjukkan bagaimana regulasi dan kontrol informasi berfungsi di negara tersebut.
Sikap Nvidia terhadap tuduhan ini cukup jelas, mereka dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada backdoor access pada produk mereka. Menanggapi hal ini, Yuyuan Tantian juga mencatat bahwa chip H20 menawarkan fitur tertentu seperti pematian jarak jauh, yang bisa memicu kekhawatiran lebih dalam di masyarakat.
Meskipun Nvidia sudah melindungi diri dengan pernyataan tersebut, dampak terhadap persepsi publik tetap ada. Berdasarkan perkembangan yang ada, opini masyarakat di China terhadap produk Nvidia tampaknya akan terus terpengaruh oleh berita dan informasi yang beredar.
Kontroversi ini membuat masyarakat semakin kritis dan berhati-hati dalam memilih teknologi yang mereka konsumsi. Apakah chip H20 ini benar-benar aman atau tidak, hanya waktu yang akan menjawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: