santaitalks.com – Melambatnya ekonomi China menjadi sorotan utama di berbagai belahan dunia. Hal ini tidak hanya berdampak pada negara tersebut, tetapi juga bisa berefek domino bagi perekonomian Indonesia.
Beberapa faktor penyebab melambatnya ekonomi China adalah regresi di sektor properti dan ketidakpastian global akibat krisis energi dan inflasi. Perkembangan ini menghasilkan pengurangan permintaan domestik yang signifikan dan mempengaruhi aktivitas ekspor.
Masyarakat internasional juga khawatir terhadap strategi Tiongkok dalam mengendalikan penyebaran COVID-19 yang berulang kali menjadi penghambat kebangkitan ekonomi. Kebijakan tersebut telah menyebabkan negara-negara mitra dagangnya merasa tidak pasti.
Dari segi perdagangan, China merupakan salah satu mitra dagang terbesar bagi Indonesia, terutama dalam ekspor komoditas. Melambatnya ekonomi China bisa berarti turunnya permintaan barang-barang seperti batu bara, minyak sawit, dan produk tambang lainnya dari Indonesia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa ‘Apabila permintaan dari China tersendat, otomatis penjualan produk kita juga akan menurun.’ Hal ini bisa memicu efek berantai pada perekonomian domestik.
Melambatnya ekonomi di China juga berdampak pada iklim investasi di Indonesia. Banyak investor asing yang mempertimbangkan kembali proyek yang sudah direncanakan, mengingat ketidakpastian yang ada di pasar Asia.
Namun, ada beberapa analis yang berargumen bahwa melambatnya ekonomi China bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan rekan dagang lain. Penting untuk diversifikasi pasar agar tidak bergantung sepenuhnya pada satu negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: