santaitalks.com – Aksi unjuk rasa di depan Markas Komando Satuan Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat, menunjukkan ketegangan yang masih berlangsung. Sejumlah personel Marinir diturunkan untuk meredakan situasi dan meminta massa aksi untuk berunjuk rasa secara damai.
Walaupun beberapa massa aksi terlibat dalam tindakan provokatif, upaya Marinir untuk menyanyi bersama dan membagikan air minum membawa dampak positif yang membuat suasana sedikit lebih tenang.
Aksi massa ini berlangsung sejak malam hari dipicu oleh insiden yang melibatkan seorang pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob. Kejadian ini memicu kemarahan massa yang terus berlanjut sambil menyerang petugas pengamanan yang berjaga.
Personel pengamanan Satuan Brimob tidak hanya menerima serangan verbal, tetapi juga fisik, di mana massa melemparkan batu dan kayu kepada mereka. Untuk mengatasi situasi tersebut, pihak Brimob mengeluarkan imbauan agar massa membubarkan diri, serta terpaksa menggunakan gas air mata untuk memaksa massa mundur.
Sebagai langkah untuk meredakan ketegangan, beberapa personel Marinir mendekati massa aksi dengan harapan dapat mengajak mereka tenang. Uluran tangan Marinir ini membuat beberapa massa aksi mulai menunjukkan sikap lebih kooperatif, dengan menanggapi ajakan untuk menyanyi bersama lagu ‘Indonesia Pusaka’.
Walaupun beberapa orang masih tetap bersikap provokatif dan melemparkan batu, aksi Marinir dalam menjaga ketertiban menunjukkan bahwa dialog damai tetap menjadi prioritas. Selain bernyanyi, mereka juga membagikan air minum kepada massa yang hadir.
Situasi di Kwitang masih mengalami ketegangan, dengan massa aksi yang bertahan di lokasi dan terus mengungkapkan ketidakpuasan mereka. Namun, harapan untuk menemukan titik temu tetap ada melalui upaya dialog yang dilakukan Marinir.
Sikap tegas dari personel Brimob dipadukan dengan pendekatan humanis dari Marinir diharapkan bisa membawa keharmonisan, dan massa aksi dapat menyampaikan pendapat mereka dengan cara yang lebih teratur. Situasi ini merupakan tantangan bagi otoritas keamanan untuk menjaga keamanan publik sambil mendengarkan suara masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: