Startup kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, kini tengah menjadi perhatian setelah terkuaknya dugaan penggunaan chip terbaru dari Nvidia Blackwell dalam pengembangan model AI-nya.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Pemerintah AS menganggap tindakan ini berpotensi melanggar regulasi pengendalian ekspor, menandakan adanya ketegangan baru antara kekuatan teknologi utama dunia.
Dugaan Pelanggaran Pengendalian Ekspor
Menurut laporan Reuters, seorang pejabat senior pemerintah AS menyatakan bahwa penggunaan chip tersebut dapat melanggar peraturan pengendalian ekspor teknologi ke China.
Dikatakan bahwa DeepSeek berusaha menyembunyikan indikator teknis yang dapat mengungkapkan asal-usul chip tersebut, dengan informasi bahwa chip ini kemungkinan berada di pusat data mereka di Mongolia Dalam.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Reaksi dari Berbagai Pihak
Nvidia, sebagai produsen chip, menolak untuk memberikan komentar terkait isu ini. Sementara itu, Departemen Perdagangan AS dan DeepSeek juga belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan tersebut.
Kedutaan Besar China di Washington juga menolak anggapan bahwa tindakan tersebut melanggar regulasi, dengan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan penolakan terhadap kontrol ekspor yang berlebihan.
Implikasi bagi Hubungan AS-China
Kasus ini menunjukkan potensi memperdalam perpecahan di kalangan pembuat kebijakan di AS mengenai batasan akses China terhadap semikonduktor AI.
Mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional, Chris McGuire, mengemukakan bahwa pengiriman chip ke China dapat membawa risiko baru bagi keamanan nasional Amerika Serikat.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: