Perkembangan teknologi kacamata pintar menjadi sorotan utama dalam industri gadget modern. Sejumlah pemimpin teknologi percaya bahwa perangkat ini akan menggantikan fungsi smartphone dalam waktu dekat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dengan kemampuan interaksi yang lebih tinggi berkat kecerdasan buatan, kacamata pintar diharapkan menawarkan akses informasi yang lebih praktis bagi penggunanya.
Masa Depan Kacamata Pintar
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa permintaan terhadap kacamata pintar akan meningkat dalam dekade mendatang. Dalam acara Meta Connect, ia menyatakan, "Sama seperti semua orang yang beralih ke telepon pintar, saya pikir semua orang yang berkacamata akan segera beralih ke kacamata pintar dalam dekade berikutnya."
Tahun 2026 diprediksi sebagai tahun krusial bagi kebangkitan kacamata pintar. Produk ini diharapkan mampu menawarkan interaksi yang lebih natural dengan AI, menjadikannya alternatif praktis dibandingkan penggunaan smartphone.
Namun, CEO Rokid, Misa Zhu, menyatakan bahwa ada tantangan besar yang harus dihadapi sebelum kacamata pintar dapat diterima secara luas. Ia mengatakan bahwa menyelesaikan 'segitiga mustahil' antara kualitas tampilan, daya tahan baterai, dan kenyamanan pemakaian adalah kunci sukses perangkat ini.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Inovasi dan Fitur Canggih
Rokid telah memperkenalkan AI Glasses Style ke pasar Amerika Serikat dan Jerman pada Januari lalu. Kacamata tersebut menawarkan berbagai fitur canggih seperti kamera 12 megapiksel dan integrasi ChatGPT 5.2 untuk perintah audio dan visual.
Perangkat ini memiliki masa pakai baterai selama lima jam untuk panggilan dan enam jam untuk musik, memberikan kemudahan akses bagi pengguna. Selain itu, produk ini dihargai sekitar US$299 atau setara Rp5.023.300.
Alibaba juga turut ambil bagian dalam tren ini, merencanakan peluncuran Quark AI Glasses pada akhir 2025 di China. Perangkat ini akan memiliki fitur yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan tanpa tangan serta terjemahan bahasa secara real-time.
Persaingan di Pasar Kacamata Pintar
Persaingan dalam sektor kacamata pintar semakin ketat dengan kehadiran banyak perusahaan besar. Selain Meta dan Rokid, perusahaan teknologi lain seperti Xiaomi, Google, dan Samsung juga sedang mengembangkan produk sejenis.
Alibaba, yang dikenal sebagai pemimpin dalam bidang AI di China, mengumumkan bahwa Quark AI Glasses mereka akan terintegrasi dengan berbagai layanan ekosistem miliknya seperti Alipay dan Taobao. Ini menunjukkan bahwa kacamata pintar dianggap sebagai ujung tombak komputasi masa depan.
Meskipun smartphone masih dominan saat ini, peluncuran produk-produk baru menunjukkan bahwa pergeseran menuju perangkat wearable semakin nyata. Seiring berkembangnya teknologi, kacamata pintar berpotensi menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari pengguna.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: