Google baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius mengenai maraknya aplikasi jaringan pribadi virtual (VPN) palsu yang telah mencuri data pribadi pengguna Android.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Laporan terbaru menunjukkan bahwa sekitar 3,9 miliar pengguna Android di seluruh dunia terpapar pada risiko keamanan akibat aplikasi yang mencurigakan ini.
Maraknya Aplikasi VPN Palsu
Peningkatan penipuan siber kini semakin mengancam pengguna ponsel, di mana penjahat dunia maya melakukan berbagai cara untuk mengeksploitasi kelengahan pengguna.
Google mengungkapkan bahwa aplikasi VPN palsu kian marak, menyamar demi mencuri informasi pribadi dan uang pengguna.
Penipuan yang Mengintai Pengguna Android
Laurie Richardson, wakil presiden kepercayaan dan keamanan di Google, menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan ini sering kali menyamar sebagai merek tepercaya.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Mereka memanfaatkan iklan merayu atau isu geopolitik untuk menarik perhatian calon korban yang rentan.
"Aktor-aktor ini cenderung menyamar sebagai merek VPN perusahaan dan konsumen tepercaya," ungkap Richardson, menggarisbawahi pentingnya kesadaran pengguna.
Langkah-Langkah Perlindungan Diri
Google menyarankan pengguna untuk memastikan hanya mengunduh aplikasi VPN dari sumber resmi dan memeriksa lencana resmi di halaman Google Play.
"Pengguna harus memperhatikan izin aplikasi - VPN seharusnya tidak memerlukan akses ke kontak atau pesan pribadi," ungkap Richardson.
Pengguna juga dianjurkan mengaktifkan perangkat lunak antivirus dan waspada terhadap pengunduhan yang mencurigakan.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: