BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 13:25 WIB

Prediksi Lonjakan Harga Komponen Elektronik Hingga 2026: Dampak dan Strategi Industri

Prediksi Lonjakan Harga Komponen Elektronik Hingga 2026: Dampak dan Strategi IndustriPrediksi Lonjakan Harga Komponen Elektronik Hingga 2026: Dampak dan Strategi Industri

Harga komponen elektronik, termasuk memori DRAM, diprediksi akan terus mengalami peningkatan signifikan hingga akhir tahun 2026. Kenaikan ini tidak hanya berlaku untuk RAM dan SSD, tetapi juga akan berimbas pada produk konsumen seperti router dan set-top box.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dinamika Harga Komponen Elektronik

Kenaikan harga memori DRAM yang melambung lebih dari 600% dalam satu tahun ini menunjukkan tren yang tidak menguntungkan bagi konsumen. Meskipun mayoritas perhatian tertuju pada RAM dan SSD, analisis menunjukkan bahwa produk seperti router dan set-top box juga akan mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Lembaga riset Counterpoint menyebutkan, selama sembilan bulan terakhir, harga memori untuk smartphone meningkat tiga kali lipat. Selain itu, harga produk broadband berbasis memori untuk konsumen dilaporkan naik hampir tujuh kali lipat.

Perubahan ini menciptakan tantangan bagi perusahaan telekomunikasi yang berencana meluncurkan layanan broadband berbasis fiber atau fixed wireless pada 2026. Oleh karena itu, pemantauan kenaikan harga menjadi krusial untuk merencanakan strategi penjualan yang efektif.

Dampak terhadap Pengiriman Smartphone

Counterpoint memperkirakan bahwa pengiriman smartphone secara global akan menyusut sebesar 2,1% pada tahun 2026. Melalui analisis mereka, harga handphone diprediksi mengalami kenaikan hingga 6,9%.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya biaya komponen perakitan atau bill of materials (BOM) perangkat. Saat ini, biaya komponen untuk smartphone kelas bawah tercatat naik sekitar 25% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan biaya juga dirasakan oleh ponsel kelas menengah yang mengalami kenaikan BOM sekitar 15%, sementara smartphone flagship mencatat kenaikan sekitar 10%.

Outlook Pasar dan Strategi Perusahaan

Jika tren harga komponen tetap berlanjut hingga kuartal kedua 2026, biaya BOM diprediksi akan meningkat antara 8% hingga 15%. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi produsen untuk mengelola biaya produksi dan penetapan harga dengan cermat.

Perusahaan telekomunikasi dan produsen diharapkan dapat mengidentifikasi Original Equipment Manufacturer (OEM) yang telah mengamankan pasokan yang cukup. Selain itu, pemahaman tentang dinamika harga dan biaya di pasar yang terus berubah juga menjadi kebutuhan mendasar.

Dengan memperhatikan tren tersebut, diharapkan perusahaan di sektor telekomunikasi dapat merencanakan strategi yang tepat untuk menghadapi lonjakan harga dan permintaan konsumen yang terus berkembang.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Prediksi Lonjakan Harga Komponen Elektronik Hingga 2026: Dampak dan Strategi Industri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!