Rawon Surabaya terkenal dengan kuahnya yang hitam legam dan citarasa yang kaya rempah. Hidangan ini menjadi favorit para pencinta kuliner yang ingin menikmati cita rasa asli Jawa Timur.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Terbuat dari daging sapi, rawon bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman kuliner yang menggugah selera.
Asal Usul Rawon dan Ciri Khasnya
Rawon berasal dari daerah Jawa Timur, khususnya Surabaya, dan sudah ada sejak lama sebagai bagian dari tradisi kuliner masyarakat setempat.
Ciri khas utama dari rawon adalah kuahnya yang berwarna hitam legam, yang dihasilkan dari penggunaan kluwek atau buah kepayang. Tambahan rempah seperti bawang putih, bawang merah, dan jahe memberikan aroma yang menggugah selera.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Proses Penyajian yang Unik
Penyajian rawon biasanya dilengkapi dengan nasi, tauge, dan telur asin. Kombinasi ini memberikan tekstur dan rasa yang seimbang.
Banyak warung makan di Surabaya menyajikan rawon dengan cara unik, seperti menambahkan sambal atau kerupuk sebagai pelengkap. Setiap tempat mencerminkan kreativitas dan karakter masing-masing.
Mengapa Rawon Begitu Dikenal?
Rawon tidak hanya terkenal di kalangan lokal, tetapi juga menjadi favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Surabaya.
Dengan rasa yang kaya dan sajian yang menggugah selera, rawon dapat menarik perhatian banyak orang. Hal ini menjadikan rawon sebagai simbol kuliner khas Jawa Timur yang patut dicoba.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: