Selasa, 03 MARET 2026 • 18:14 WIB

Pergeseran Preferensi: Pengguna Hapus ChatGPT Secara Massal Setelah Kerja Sama dengan Militer AS

Author

Pergeseran Preferensi: Pengguna Hapus ChatGPT Secara Massal Setelah Kerja Sama dengan Militer AS

Warga di Amerika Serikat secara signifikan menghapus aplikasi ChatGPT dari perangkat mereka setelah adanya pengumuman kerja sama antara OpenAI dan Departemen Pertahanan AS.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Lonjakan penghapusan ini menunjukkan pergeseran minat pengguna ke alternatif lain seperti Claude, yang dikembangkan oleh Anthropic.

Kenaikan Drastis dalam Penghapusan Aplikasi ChatGPT

Data dari Sensor Tower menunjukkan penghapusan aplikasi ChatGPT melonjak hingga 295 persen pada 28 Februari 2026, jauh di atas rata-rata bulanan yang hanya 9 persen.

Lonjakan ini terjadi setelah terungkapnya kerja sama yang dinilai kontroversial antara OpenAI dan Departemen Pertahanan AS, yang kini dikenal sebagai Departemen Perang.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Pergeseran Preferensi Pengguna dan Implikasi Kebijakan

Perusahaan Anthropic yang mengembangkan Claude menyampaikan bahwa mereka tidak akan mematuhi permintaan Pentagon agar kebijakan penggunaan AI mereka diubah.

Dario Amodei, CEO Anthropic, mengungkapkan bahwa, "Kami tidak bisa secara nurani mengizinkan Departemen Pertahanan AS menggunakan model AI mereka tanpa pembatasan," menegaskan komitmen perusahaan terhadap etika teknologi.

Dampak Pada Pasar Aplikasi dan Strategi Pemasaran

Setelah lonjakan penghapusan, pengunduhan aplikasi ChatGPT mengalami penurunan 13 persen pada hari Sabtu, meski sebelumnya meningkat pada hari Jumat.

Claude berhasil menempati posisi teratas di App Store, menunjukkan perubahan dramatis dalam preferensi pengguna dan menimbulkan pertanyaaan tentang arah industri teknologi kedepannya.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU