Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan 6,4 juta upaya phishing terhadap aktivitas belanja online serta 20 juta serangan yang menyasar para gamers pada tahun 2025.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kewaspadaan pengguna menjadi kunci penting dalam melindungi diri saat bertransaksi online dan bermain game, mengingat serangan ini semakin meningkat.
Statistik Serangan Siber di Sektor E-Commerce
Dalam periode Januari hingga Oktober 2025, Kaspersky mencatat hingga 6.394.854 upaya phishing yang menyamar sebagai toko online, bank, dan sistem pembayaran. Dari jumlah tersebut, 48,2 persen ditujukan kepada pengguna yang berbelanja secara online.
Serangan phishing ini seringkali menggunakan teknik yang usang, meniru peritel ternama seperti Amazon, Walmart, dan Alibaba. Dengan menawarkan promosi menarik, penyerang ini mengarahkan pengguna ke halaman palsu.
Peredaran e-commerce palsu di internet menambah kompleksitas tantangan yang dihadapi pengguna. Membedakan antara situs belanja asli dan palsu kini menjadi tugas yang tidak mudah bagi konsumen.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Serangan Terhadap Gamer dan Platform Hiburan
Kaspersky mencatat lebih dari 20 juta upaya serangan yang menyasar platform permainan, dengan 18,56 juta serangan terjadi di Discord. Hal ini menunjukkan bahwa para penyerang semakin pintar dalam menargetkan pengguna di ekosistem gaming.
Tidak hanya para gamer yang menjadi target, aktivitas phishing juga mengincar platform hiburan, dengan 801.148 percobaan terhadap Netflix dan 576.873 percobaan terkait Spotify. Hal ini mengindikasikan bahwa pengguna layanan streaming pun berada dalam risiko tinggi.
Para penyerang juga menggunakan malware yang menyamar sebagai perangkat lunak permainan untuk melakukan serangan. Kaspersky melaporkan 20.188.897 percobaan infeksi, menandakan lonjakan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Strategi Pencegahan Terhadap Ancaman Siber
Kaspersky memberikan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk menghadapi serangan ini. Pengguna dianjurkan untuk tidak mempercayai tautan atau lampiran yang diterima melalui email tanpa memeriksa pengirimnya terlebih dahulu.
Verifikasi keaslian situs web e-commerce sebelum memasukkan informasi pribadi juga sangat penting. Memastikan keakuratan URL dan mengecek kesalahan penulisan dapat membantu mendeteksi situs palsu.
Lakukan riset terhadap perusahaan yang tidak dikenal sebelum melakukan pembelian. Memeriksa ulasan dari pengguna lain dapat menjadi langkah penting dalam menilai kepercayaan suatu platform.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: