Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 17:05 WIB

Memahami Social Engineering: Teknik Manipulasi Mengganggu Keamanan Informasi

Author

Memahami Social Engineering: Teknik Manipulasi Mengganggu Keamanan Informasi

Social engineering adalah teknik manipulasi yang bertujuan untuk mendapatkan informasi sensitif dengan cara memainkan psikologi manusia. Karena insiden ini semakin sering terjadi, penting bagi setiap orang untuk memahami apa itu social engineering dan bagaimana cara menghindarinya.

Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM

Definisi Social Engineering

Social engineering merujuk pada praktik manipulasi di mana seseorang berusaha untuk mendapatkan informasi rahasia atau akses ke sistem dengan cara yang tidak etis. Alih-alih melakukan serangan teknis, pelaku lebih mengandalkan interaksi manusia dan pemahaman psikologis.

Berdasarkan laporan terbaru, sekitar 90% dari serangan cyber berhasil melalui pendekatan social engineering. Teknik ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang psikologi manusia lebih efektif daripada serangan berbasis teknologi.

Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru

Berbagai Tipe Social Engineering

Ada beberapa jenis teknik social engineering yang umum digunakan oleh para penjahat, seperti phishing, pretexting, dan baiting. Phishing biasanya melibatkan email yang terlihat resmi yang meminta pengguna untuk memasukkan informasi pribadi di situs yang tidak aman.

Sementara itu, pretexting biasanya melibatkan penciptaan skenario palsu untuk mendapatkan informasi, seperti berpura-pura menjadi pegawai bank yang meminta konfirmasi data. Baiting pun merupakan teknik yang memanfaatkan rasa penasaran dengan menawarkan sesuatu yang menarik.

Cara Menghindari Social Engineering

Salah satu langkah paling efektif untuk melindungi diri adalah dengan meningkatkan kesadaran akan teknik-teknik yang digunakan dalam social engineering. Menghindari klik pada tautan yang mencurigakan dan selalu memverifikasi sumber sebelum memberikan informasi pribadi sangatlah penting.

"Sebisa mungkin, kita harus skeptis terhadap permintaan informasi pribadi, terutama yang datang melalui email atau telepon," ujar seorang ahli keamanan siber. Terakhir, menggunakan perangkat lunak keamanan yang dapat mengenali dan memfilter email berbahaya juga bisa membantu mengurangi risiko.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU