Apple Beralih ke Teknologi AI Google untuk Pengembangan iPhone
Apple dipastikan akan beralih dari OpenAI ke Google dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) demi meningkatkan fitur AI pada iPhone. Langkah ini diambil setelah OpenAI memilih untuk mengembangkan perangkat AI secara mandiri.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Menurut laporan Financial Times, keputusan ini menandai transisi signifikan bagi Apple dalam mengintegrasikan model Gemini milik Google untuk kebutuhan komputasi AI berskala besar. Keputusan ini diambil setelah OpenAI menolak untuk melanjutkan kerja sama.
Sebelum menjalin kerjasama dengan Google, Apple sudah berusaha menjalin kemitraan dengan OpenAI. Namun, pihak OpenAI memilih untuk fokus pada pengembangan teknologi mereka sendiri dan tidak ingin berperan sebagai penyedia untuk produk Apple.
Keputusan OpenAI untuk mundur terjadi pada paruh kedua tahun 2025, mendorong Apple untuk mencari alternatif lain. Pilihan jatuh kepada Google, yang menawarkan model Gemini untuk mendukung pengembangan fitur AI Apple.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Dalam kesepakatan terbaru, Apple akan menggunakan model Gemini milik Google untuk menangani proses komputasi AI yang memerlukan kekuatan pemrosesan yang tinggi. Ini termasuk operasi yang tidak dapat dilakukan secara lokal pada perangkat.
Kesepakatan ini berbentuk kontrak komputasi cloud dengan nilai miliaran dolar, yang diharapkan dapat mengoptimalkan fitur AI di iPhone tanpa perlu investasi besar-besaran. Hal ini diyakini dapat mempercepat inovasi dan memberikan manfaat lebih segera kepada pengguna.
Kemitraan baru antara Apple dan Google mengingatkan kita pada hubungan ketika Google membayar Apple untuk tetap menjadi mesin pencari default di Safari. Sekarang, aliran dana berbalik, dengan Apple yang akan membayar Google untuk memanfaatkan infrastruktur AI yang dimiliki.
Sementara itu, OpenAI berisiko kehilangan akses ke ekosistem iPhone yang memiliki ratusan juta pengguna aktif. Keputusan ini mencerminkan ambisi OpenAI untuk berdiri sebagai pesaing kuat dan melibatkan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, dalam pengembangan produk mereka.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: