BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 18:00 WIB

Kekhawatiran Keamanan Berlangsung: Satu Miliar Pengguna Android Masih Mengandalkan Versi Usang

Kekhawatiran Keamanan Berlangsung: Satu Miliar Pengguna Android Masih Mengandalkan Versi UsangKekhawatiran Keamanan Berlangsung: Satu Miliar Pengguna Android Masih Mengandalkan Versi Usang

Lebih dari sepertiga pengguna Android di dunia masih menggunakan Android 13 atau versi yang lebih rendah, menciptakan kekhawatiran serius terkait keamanan perangkat mereka.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Data menunjukkan bahwa sekitar satu miliar perangkat Android beroperasi tanpa mendapatkan pembaruan resmi dari Google, menciptakan potensi ancaman dari penjahat siber.

Kondisi Pengguna Android Terkini

Berdasarkan data terbaru, lebih dari sepertiga pengguna Android di seluruh dunia masih tetap menggunakan Android 13 atau sistem operasi yang lebih rendah. Hal ini menandakan banyak pengguna yang tidak memanfaatkan versi terbaru yang menawarkan berbagai fitur dan peningkatan keamanan.

Data dari StatCounter menunjukkan adanya satu miliar perangkat Android yang tidak mendapatkan pembaruan resmi dari Google. Ini merupakan situasi yang mengkhawatirkan, terutama berkaitan dengan keamanan informasi pengguna.

Laporan dari Zimperium memperingatkan bahwa perangkat yang tidak menerima patch keamanan akan menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber. Mereka dapat mengeksploitasi celah keamanan yang terdapat pada perangkat-perangkat tersebut, yang menimbulkan risiko bagi data pribadi pengguna.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Dampak Keterlambatan Pembaruan

Salah satu dampak signifikan dari keterlambatan pembaruan adalah meningkatnya risiko bagi pengguna ponsel lama yang tidak lagi mendapatkan pembaruan. Sebagai contoh, sebuah patch keamanan yang dirilis pada bulan Desember lalu berhasil menutup 107 celah keamanan.

Celah keamanan tersebut termasuk banyak yang berisiko tinggi, dan tetap terbuka bagi perangkat yang tidak mendapatkan dukungan dari Google. Hal ini memberikan peluang kepada peretas untuk mencuri data pribadi seperti informasi login dan data finansial.

Perbandingan menunjukkan bahwa hanya sekitar 10 persen iPhone yang aktif di dunia tidak lagi menerima pembaruan perangkat lunak resmi. Ini menyoroti efektivitas ekosistem Apple dalam mengatasi masalah fragmentasi proses pembaruan, yang juga menjadi salah satu tantangan besar bagi Android.

Fragmentasi di Ekosistem Android

Fragmentasi dalam ekosistem Android, di mana ada banyak produsen yang menggunakan beragam chipset dan antarmuka, membuat distribusi pembaruan semakin kompleks. Setiap pembaruan harus disesuaikan dengan spesifikasi perangkat keras yang berbeda-beda.

Security Boulevard mencatat bahwa kondisi ini menciptakan risiko tinggi. Meskipun celah kerentanan sudah diketahui publik, perangkat yang tidak diperbarui tetap vulnerable untuk dieksploitasi oleh penjahat siber.

James Maude dari BeyondTrust menekankan bahwa celah yang tampak terbatas bisa berkembang menjadi alat serangan massal. Begitu celah tersebut terdeteksi secara luas, serangan terhadap perangkat-perangkat tersebut semakin mungkin terjadi.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kekhawatiran Keamanan Berlangsung: Satu Miliar Pengguna Android Masih Mengandalkan Versi Usang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!