Wasap di Ujung Tanduk: Waspada Terhadap Metode Pembajakan GhostPairing
Pengguna WhatsApp di Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan akibat metode baru yang digunakan peretas untuk membajak akun tanpa kode OTP. Metode ini, yang dikenal sebagai GhostPairing, memanfaatkan fitur Perangkat Tertaut dan memungkinkan akses tak terdeteksi terhadap chat dan foto.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Disampaikan oleh perusahaan keamanan siber Gen Digital, GhostPairing adalah teknik yang memanfaatkan pesan jebakan dengan tautan palsu. Korban yang terjebak berisiko kehilangan akses penuh ke akun WhatsApp mereka.
GhostPairing ditandai dengan metode canggih yang diciptakan oleh penjahat cyber untuk mencuri informasi tanpa deteksi. Teknik ini berawal dengan pengiriman pesan jebakan yang menyertakan tautan meragukan.
Ketika korban mengklik tautan tersebut, mereka diarahkan ke halaman palsu yang meminta nomor ponsel dan kode pairing. Informasi ini sangat berharga bagi peretas untuk mengakses chat dan data pribadi pengguna.
Berdasarkan informasi dari Gen Digital, para peretas dapat mengakses riwayat chat dan foto, bahkan bisa mengirim pesan atas nama korban setelah mendapatkan data login.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Serangan GhostPairing dimulai dengan pesan dari kontak yang dikenal, sehingga korban merasa aman untuk mengklik tautan yang disertakan. Namun, setelah tautan diakses, mereka diarahkan untuk melakukan verifikasi yang ternyata merugikan.
Setelah memasukkan nomor ponsel, akses ke akun WhatsApp sebenarnya jatuh ke tangan peretas, yang kemudian dapat memanfaatkan data tersebut untuk tujuan jahat. Pengguna menjadi rentan dan bisa kehilangan kontrol penuh atas akun mereka.
Fakta ini menunjukkan bahwa metode pembajakan ini semakin kompleks, dengan penjahat cyber yang terus mencari cara baru untuk mengecoh korban potensial.
Untuk melindungi diri dari pembajakan melalui GhostPairing, pengguna disarankan untuk memeriksa secara rutin perangkat yang tertaut di akun WhatsApp mereka. Pengecekan tersebut bisa membantu mengidentifikasi akses tidak sah.
Selain itu, mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah adalah langkah bijak untuk menambah lapisan keamanan akun. Ini akan menjadi penghalang tambahan bagi mereka yang tidak diizinkan untuk mengakses informasi pribadi.
Pengguna juga harus sangat berhati-hati dalam mengklik tautan yang tidak dikenal, walaupun dikirim oleh kontak yang mereka kenal. Selalu pastikan pesan berasal dari sumber yang dapat dipercaya untuk mengurangi risiko.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: