Xiaomi Luncurkan Chip XRING01: Langkah Penting ke Depan dalam Pengembangan Chip Mandiri
Xiaomi baru saja meluncurkan chip prosesor terbarunya, XRING01, sebagai bagian dari upaya jangka panjang mereka dalam pengembangan chip mandiri.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Peluncuran ini menandai tonggak penting setelah delapan tahun semenjak perusahaan mengeluarkan chip pertamanya, Surge S1.
Xiaomi mengumumkan investasi sebesar RMB50 miliar selama sepuluh tahun untuk pengembangan chip prosesor, menegaskan komitmen untuk menciptakan teknologi yang lebih efisien.
CEO Xiaomi menjelaskan bahwa pengenalan XRING01 adalah langkah strategis untuk membawa perusahaan ke tingkat baru dalam teknologi chip.
Saat ini, chip XRING01 digunakan pada perangkat Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra, namun untuk mencapai laba yang diinginkan, setidaknya 10 juta unit perlu diproduksi.
Tantangan ini menjadi signifikan, mengingat total produksi yang diperlukan untuk memenuhi target tersebut.
Xiaomi mengambil pendekatan berbeda dalam peluncuran chip dengan tidak merencanakan perilisan chip baru setiap tahun, berbeda dari strategi yang diterapkan oleh Apple.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Dalam wawancara dengan CNBC, perwakilan Xiaomi menegaskan pentingnya proses pengembangan chip yang tidak terburu-buru.
Walaupun 1 juta unit XRING01 telah diproduksi, perusahaan masih bergantung pada chip dari MediaTek dan Qualcomm, menunjukkan perlahan-lahan transisi ke chip mandiri.
Seri Xiaomi 17 juga tetap menggunakan chip terbaru dari Snapdragon, menunjukkan ketergantungan pada penyedia chip pihak ketiga.
Banyak perusahaan teknologi saat ini berinvestasi dalam pengembangan chip sendiri untuk mengoptimalkan integrasi perangkat lunak dan perangkat keras.
Xiaomi meyakini langkah ini dapat meningkatkan kontrol terhadap peluncuran dan spesifikasi produk yang mereka tawarkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: