Jumat, 13 MARET 2026 • 16:55 WIB

Honda Sesuaikan Strategi Produksi Mobil Listrik di Amerika Utara

Author

Honda Sesuaikan Strategi Produksi Mobil Listrik di Amerika Utara

Honda Motor Company mengumumkan penghentian produksi tiga model mobil listriknya di Amerika Utara setelah mengalami kerugian signifikan. Keputusan ini merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan fokus perusahaan pada model hybrid.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dalam pernyataan resmi, Honda menyebutkan bahwa penurunan profitabilitas dan dampak dari kebijakan tarif di Amerika Serikat menjadi alasan utama di balik pengambilan langkah ini. Penurunan keuntungan mencapai hampir 42 persen selama periode pelaporan terbaru menunjukkan tantangan yang dihadapi sektor mobil listrik.

Penghentian Produksi Tiga Model Mobil Listrik

Honda Motor Company memutuskan untuk tidak melanjutkan pembangunan dan peluncuran tiga model mobil listrik, termasuk Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon, dan Acura RSX. Dalam pernyataannya, Honda menyampaikan, "Untuk memperbaiki situasi pendapatan saat ini secepat mungkin, Honda mempertimbangkan berbagai opsi; namun, setelah pertimbangan yang cermat, perusahaan memutuskan membatalkan pengembangan dan peluncuran pasar tiga model EV yang telah direncanakan untuk diproduksi di AS."

Penghentian ini diperkirakan akan membawa dampak lebih lanjut terhadap perusahaan, yang sudah mengalami penurunan permintaan untuk beberapa model listrik di pasar. Ketiga model seharusnya mulai diproduksi tahun ini, tetapi produksi Honda 0 Saloon telah ditunda hingga 2027.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Langkah ini tampaknya merupakan upaya untuk menghindari kerugian lebih besar, tetapi kondisi pasar yang ada tetap menimbulkan tantangan bagi Honda.

Kondisi Keuangan yang Memburuk

Honda mencatatkan penurunan keuntungan sebesar 42 persen dari April hingga Desember 2025, yang memicu langkah strategis tersebut. Kerugian total yang dihadapi perusahaan diperkirakan mencapai JPY2,5 triliun atau sekitar Rp265,6 triliun, dan akan dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2026.

Defisit ini berasal dari kombinasi antara beban operasional yang meningkat dan penurunan nilai investasi, keduanya berkontribusi signifikan terhadap kesehatan finansial perusahaan. Honda menegaskan bahwa memulai produksi ketiga model dalam lingkungan bisnis yang tidak mendukung akan berisiko memperparah kerugian di masa depan.

Strategi Masa Depan yang Berubah

Menanggapi tantangan yang ada, Honda berencana untuk menyesuaikan alokasi sumber daya dan fokus pada pengembangan segmen mobil hybrid. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu perusahaan tetap kompetitif serta meminimalisir risiko kerugian lebih jauh.

Selain itu, Honda merencanakan ekspansi penjualan model hybrid generasi berikutnya di pasar India, yang mencerminkan pergeseran prioritas perusahaan untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU