BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 18:30 WIB

Menimbang Puasa Ramadan untuk Ibu Hamil dan Menyusui: Aman atau Berisiko?

Menimbang Puasa Ramadan untuk Ibu Hamil dan Menyusui: Aman atau Berisiko?Menimbang Puasa Ramadan untuk Ibu Hamil dan Menyusui: Aman atau Berisiko?

Puasa Ramadan adalah waktu yang ditunggu banyak orang, namun ibu hamil dan menyusui sering menghadapi dilema terkait kesehatan diri dan bayi. Sejumlah informasi dan penelitian dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan mengenai puasa.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting bagi ibu hamil dan menyusui, agar kesehatan tetap terjaga selama bulan suci ini. Meski ada beberapa risiko, puasa dengan cara yang tepat menawarkan manfaat tersendiri.

Risiko dan Manfaat Puasa bagi Ibu Hamil

Puasa di bulan Ramadan dapat memicu risiko seperti dehidrasi dan penurunan energi bagi ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil keputusan untuk berpuasa.

Di sisi lain, puasa juga bisa memberikan manfaat psikologis dan spiritual jika ibu hamil mengikuti pola makan yang sehat. Mengelola asupan makanan bergizi saat berbuka dan sahur sangat penting.

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi sumber karbohidrat kompleks, protein, dan sayuran segar. Memperhatikan respons tubuh sangat krusial; jika merasa tidak nyaman atau lemas, sebaiknya berhenti berpuasa.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain

Dampak Puasa bagi Ibu Menyusui

Ibu menyusui juga sering menghadapi dilema saat Ramadan, karena menyusui membutuhkan banyak energi dan cairan. Lactation expert menyarankan agar ibu menyusui tidak memaksakan diri jika merasa tidak mampu untuk berpuasa.

Bagi ibu menyusui yang tetap ingin berpuasa, mengatur jadwal menyusui sangatlah penting. Ibu dapat menyusui sebelum waktu berbuka untuk memastikan bayi mendapatkan perhatian nutrisi.

Ibu menyusui juga memiliki opsi untuk tidak berpuasa pada beberapa hari dan mengganti dengan membayar fidyah. Ini dapat menjadi alternatif yang lebih aman demi kesehatan ibu dan bayi.

Konsultasi Medis dan Saran Ahli

Sebelum melakukan puasa, berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat dianjurkan. Mereka dapat memberikan panduan mengenai pola makan yang sesuai selama bulan Ramadan.

Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu, kebutuhan gizi, serta perkembanganjanin atau bayi. Setiap ibu memiliki kebutuhan yang berbeda, dan penting untuk memperhatikan hal ini.

Ahli gizi juga mengingatkan untuk menjaga pola makan seimbang selama puasa. Ini termasuk pemilihan menu yang cerdas pada saat sahur dan berbuka.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menimbang Puasa Ramadan untuk Ibu Hamil dan Menyusui: Aman atau Berisiko?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!