Self-love dan selfish seringkali dipahami sebagai konsep yang sama, padahal keduanya memiliki makna yang sangat berbeda. Memahami perbedaan ini vital agar kita dapat merawat diri tanpa merugikan orang lain.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Self-love adalah tentang memberikan dukungan bagi diri sendiri, sementara selfish menekankan pada kepentingan pribadi tanpa memedulikan orang lain. Mari kita telusuri lebih dalam.
Pengertian Self-Love
Self-love, atau cinta diri, mengacu pada penghargaan dan perawatan diri sendiri, baik secara fisik maupun emosional. Ini mencakup penerimaan diri apa adanya, termasuk segala kekurangan dan kelebihan.
Praktik self-love bisa beragam, mulai dari memberikan waktu untuk diri sendiri hingga mengelola kesehatan mental dengan baik. Inti dari self-love adalah memahami bahwa kita bersikap layak untuk merasakan kebahagiaan dan mendapatkan rasa hormat.
Di masyarakat Indonesia, penerimaan diri sering kali merupakan tantangan. Banyak orang terdampak oleh standar sosial yang tinggi, sehingga mengakibatkan kesulitan dalam mencintai diri sendiri sepenuhnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Makna Selfish
Sementara itu, selfish atau egois umumnya merujuk pada sikap mengutamakan kepentingan diri sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain. Akibatnya, orang lain dapat merasa diabaikan dan tidak dihargai.
Sikap selfish dapat muncul dalam berbagai situasi, termasuk dalam hubungan pribadi, lingkungan kerja, dan interaksi sosial sehari-hari. Dalam konteks sosial, perilaku ini dapat menciptakan konflik dan merusak hubungan antar individu.
Berbeda dengan self-love yang diakui sebagai sesuatu yang positif, selfish sering kali dicap negatif. Seringkali, individu yang egois tidak menyadari dampak perilaku mereka terhadap orang lain.
Menemukan Keseimbangan
Penting untuk mengenali perbedaan antara self-love dan selfish guna memperbaiki kualitas hubungan sosial kita. Merawat diri adalah hal yang baik, tetapi harus diimbangi dengan kepentingan orang lain.
Salah satu cara mencapai keseimbangan ini adalah dengan menetapkan batasan yang sehat. Menyatakan tidak pada sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai atau kebutuhan diri kita bukanlah tindakan egois.
Belajar untuk mencintai diri sendiri juga berarti menghargai orang lain. Ketika kita sehat secara emosional, kita mampu memberikan dukungan yang lebih baik kepada orang-orang terdekat.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: