Kardio dan strength training adalah dua metode populer dalam dunia kebugaran, masing-masing menawarkan manfaat yang berbeda. Pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang lebih efektif untuk mencapai tujuan kebugaran kamu?
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Kedua bentuk latihan ini memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri yang perlu dipertimbangkan. Mari kita telusuri setiap metode untuk membantu kamu membuat keputusan yang tepat.
Apa Itu Kardio?
Latihan kardio, yang juga dikenal sebagai latihan kardiovaskular, ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru. Contoh praktis dari kardio termasuk berlari, bersepeda, dan berenang, yang dilakukan dalam durasi tertentu.
Salah satu manfaat utama dari kardio adalah meningkatkan daya tahan tubuh serta membakar kalori. Latihan ini menjadi pilihan populer bagi mereka yang berusaha menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan jantung.
Walau efektif dalam membakar kalori, kardio tidak cukup jika fokus utama kamu adalah pembentukan otot. Intensitas latihan ini lebih condong pada pengurangan berat badan dibandingkan masa otot yang optimal.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Apa Itu Strength Training?
Strength training, dikenal juga sebagai latihan kekuatan, difokuskan pada peningkatan kekuatan otot melalui pengangkatan beban. Contoh latihan yang termasuk dalam kategori ini meliputi angkat besi, push-up, dan squat.
Keunggulan utama dari strength training adalah kemampuannya dalam meningkatkan massa otot serta metabolisme. Dengan bertambahnya massa otot, tubuh dapat membakar lebih banyak kalori bahkan saat dalam keadaan istirahat.
Namun, hasil maksimal dari strength training memerlukan teknik yang tepat untuk menghindari cedera. Sangat penting juga untuk menyeimbangkan latihan kekuatan dengan waktu pemulihan yang memadai.
Kombinasi Keduanya: Strategi Terbaik?
Bagi banyak orang, menggabungkan kardio dan strength training adalah pendekatan ideal untuk kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan. Mengintegrasikan kedua metode ini dapat memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan jika fokus pada salah satu saja.
Contohnya, kamu bisa menjadwalkan latihan kardio tiga kali seminggu dan strength training dua kali dalam seminggu. Pendekatan ini memungkinkan tubuh menikmati keuntungan dari pembakaran kalori serta peningkatan kekuatan otot.
Penting juga untuk mendengarkan kebutuhan tubuh kamu. Jika terasa lelah setelah sesi strength training, pertimbangkan untuk melakukan sesi kardio yang lebih ringan sebagai bentuk pemulihan.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: