Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 11:22 WIB

Perjalanan Sushi: Dari Tradisi Kuno ke Hidangan Global

Author

Perjalanan Sushi: Dari Tradisi Kuno ke Hidangan Global

Sushi, hidangan yang mendunia, memiliki sejarah panjang dan menarik yang berakar di Jepang kuno. Kini, sushi telah menjadi simbol gastronomi global yang dihargai oleh berbagai kalangan.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Evolusi sushi mencerminkan perpaduan antara tradisi, inovasi, dan pengaruh budaya yang beragam. Artikel ini akan menelusuri perjalanan sushi dari akarnya hingga menjadikannya hidangan yang mendunia.

Sejarah Awal Sushi di Jepang

Asal usul sushi dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno di Jepang pada abad ke-8. Teknik pengawetan ikan menggunakan nasi sebagai media fermentasi dikenal sebagai 'narezushi'.

Proses ini melibatkan penyimpanan ikan selama berbulan-bulan dengan menggunakan nasi yang kemudian dibuang, meninggalkan ikan untuk dikonsumsi. Metode ini mengalami perubahan signifikan sepanjang waktu, terutama selama periode Edo (1603-1868).

Periode Edo menandai awal kebangkitan sushi modern, di mana sushi mulai terlepas dari praktik pengawetan dan menjadi hidangan yang lebih diolah dan dinikmati secara luas.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Evolusi Sushi Menjadi Hidangan Modern

Sekitar akhir abad ke-18, sushi mulai berkembang menjadi bentuk yang lebih dikenal saat ini melalui munculnya 'hizomaki', yang merupakan sushi gulung. Pada masa ini, metode penyajian semakin praktis dan cepat.

Masyarakat Jepang mulai mengonsumsi sushi secara lebih luas, terutama di wilayah Tokyo, yang bertepatan dengan kemajuan teknologi dapur dan perubahan preferensi makanan. Sushi kemudian ditemui dalam variasi seperti nigiri dan maki.

Penghargaan pada kesegaran ikan dan penggunaan bahan berkualitas tinggi menjadi fokus utama dalam penyajian sushi, menjadikannya sebagai pilihan konsumsi yang lebih diterima oleh berbagai kalangan.

Sushi dalam Konteks Global

Memasuki abad ke-20, sushi mulai menarik perhatian dunia luar, khususnya setelah Perang Dunia II. Masyarakat di berbagai negara mulai mengadopsi dan memodifikasi sushi sesuai dengan selera lokal yang ada.

Restoran sushi pertama di Amerika Serikat dibuka pada tahun 1966, menandai awal dari penyebaran budaya sushi internasional. Berbagai variasi baru, seperti California roll, muncul sebagai respons terhadap selera masyarakat Amerika.

Saat ini, sushi telah melampaui batasan geografis dan menjadi salah satu hidangan ikonik di banyak negara di seluruh dunia. Hingga kini, sushi tetap dihargai dan dikembangkan di berbagai belahan dunia, menjadi simbol dari budaya makanan global.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU