Bandrek: Minuman Hangat Khas Sunda yang Selalu Dicintai
Bandrek, minuman hangat asli Sunda, kembali menjadi pilihan favorit saat hujan turun. Aromanya yang menggugah selera tak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi jiwa.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Tradisi menikmati bandrek telah berlangsung lama, dan popularitasnya tidak pernah pudar. Setiap kali hujan, para penjual bandrek terlihat kebanjiran pelanggan yang mencari kehangatan.
Bandrek memiliki akar dalam tradisi masyarakat Sunda yang telah ada selama berabad-abad. Awalnya, minuman ini diciptakan untuk memberikan kehangatan di tengah cuaca dingin.
Proses pembuatan bandrek melibatkan campuran jahe, gula merah, dan rempah-rempah khas, diracik secara tradisional sehingga menghasilkan rasa yang unik dan menenangkan.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Bahan utama dalam bandrek adalah jahe, yang dikenal sebagai pereda masuk angin. Campuran jahe dengan gula merah memberikan sentuhan manis yang alami.
Selain jahe dan gula merah, beberapa varian bandrek juga menambahkan serai dan daun pandan untuk menciptakan aroma segar. Beberapa penjual bahkan menambahkan susu untuk menghasilkan tekstur yang lebih lembut.
Tidak hanya terkenal karena rasanya yang nikmat, bandrek juga memiliki beragam khasiat. Minuman ini dipercaya dapat menghangatkan tubuh dan meningkatkan daya tahan selama cuaca tak menentu.
Kepopuleran bandrek semakin meningkat, terutama di kalangan masyarakat urban. Banyak kafe dan warung yang menjadikannya salah satu menu andalan saat hujan datang.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: