BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 22:17 WIB

Mengapa Diet Ketat Tak Selalu Efektif dalam Penurunan Berat Badan?

Mengapa Diet Ketat Tak Selalu Efektif dalam Penurunan Berat Badan?Mengapa Diet Ketat Tak Selalu Efektif dalam Penurunan Berat Badan?

Banyak individu menghadapi kesulitan dalam menurunkan berat badan meskipun telah berusaha menjalani diet ketat. Masalah ini seringkali menjadi sumber frustasi bagi mereka yang berkomitmen untuk mencapai tujuan kesehatan mereka.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi perjalanan penurunan berat badan, mulai dari metabolisme tubuh hingga kebiasaan sehari-hari yang mungkin tidak disadari.

1. Metabolisme yang Berubah

Metabolisme tubuh berkontribusi besar dalam proses penurunan berat badan. Jika seseorang mengurangi kalori secara drastis, ada kemungkinan metabolisme melambat sebagai upaya tubuh untuk menghemat energi.

Ketika tubuh beradaptasi dengan asupan kalori yang rendah, proses pembakaran lemak menjadi tidak efisien. Ini menjelaskan mengapa penurunan berat badan dapat melambat atau bahkan terhenti setelah fase awal diet.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

2. Pengaruh Stres dan Tidur

Stres dapat memberikan dampak signifikan terhadap perjalanan diet seseorang. Dalam keadaan stres, hormon kortisol yang dikeluarkan bisa meningkatkan rasa lapar, sehingga membuat seseorang lebih rentan terhadap godaan makanan.

Kurang tidur juga berpengaruh terhadap regulasi hormon terkait rasa lapar dan kenyang. Tidur yang tidak cukup dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi kalori.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami kurang tidur cenderung lebih sulit menjaga pola makan mereka, yang berujung pada pengaruh buruk pada target penurunan berat badan.

3. Kebiasaan Makan Sehari-hari yang Kurang Diperhatikan

Meski menjalani diet ketat, sering kali terdapat kebiasaan makan yang tidak disadari yang dapat menghambat pencapaian tujuan. Misalnya, ngemil di luar jam makan atau mengonsumsi minuman manis tinggi kalori.

Mencatat semua yang dimakan dan diminum setiap hari dapat membantu mengidentifikasi pola kebiasaan buruk yang mengganggu hasil diet. Ini menjadi langkah penting untuk meraih target penurunan berat badan yang diinginkan.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengapa Diet Ketat Tak Selalu Efektif dalam Penurunan Berat Badan?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!