BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 22:10 WIB

Mengatasi FOMO: Memahami dan Mencegah Dampak Negatifnya

Mengatasi FOMO: Memahami dan Mencegah Dampak NegatifnyaMengatasi FOMO: Memahami dan Mencegah Dampak Negatifnya

FOMO, atau fear of missing out, semakin menjadi perasaan umum di era digital saat ini, menimbulkan tekanan bagi banyak orang untuk mengikuti setiap momen menarik dari teman-teman mereka.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Tekanan ini tidak hanya muncul di media sosial tetapi juga merambah ke kehidupan sehari-hari, mempengaruhi kesehatan mental dan keputusan individu.

Apa Itu FOMO?

FOMO adalah istilah yang menggambarkan perasaan cemas saat seseorang merasa ada hal-hal menarik yang terjadi di luar dirinya. Perasaan ini seringkali dipicu oleh interaksi di media sosial, ketika melihat teman-teman melakukan aktivitas yang dianggap lebih menyenangkan.

Dalam banyak kasus, FOMO dapat muncul akibat perbandingan sosial yang tidak sehat. Melihat konten yang diunggah oleh orang lain dapat membuat individu merasa kehidupannya kurang memuaskan.

Penelitian menunjukkan bahwa FOMO dapat menyebabkan stres dan kecemasan yang berkelanjutan. Rasa ingin tahu yang berlebihan mengenai aktivitas orang lain sering mengganggu konsentrasi dan kualitas hidup seseorang.

FOMO juga memengaruhi keputusan sehari-hari, membuat individu pergi ke acara yang sebenarnya tidak diinginkan hanya untuk menghindari perasaan ketinggalan.

Dampak Psikologis dari FOMO

Dampak utama dari FOMO adalah munculnya depresi pada individu yang sering merasa tertinggal. Mereka yang terjebak dalam perasaan ini cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih rendah.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Seiring berjalannya waktu, dampak negatif ini dapat berujung pada gangguan mental yang serius. Stres berkepanjangan akibat FOMO dapat memicu kecemasan dan masalah tidur.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengguna yang mengalami FOMO lebih cenderung menggunakan media sosial secara berlebihan. Ini menciptakan siklus di mana individu merasa semakin terasing, meskipun selalu terhubung secara digital.

Mereka sering mengukur kebahagiaan dan nilai diri berdasarkan seberapa sering berpartisipasi dalam momen sosial yang dibagikan oleh teman-teman.

Mencegah Dampak Negatif FOMO

Pentinga bagi individu untuk menyadari dan mengenali perasaan FOMO serta tanda-tanda kecemasan yang mungkin muncul. Meditasi dan mindfulness telah terbukti efektif dalam membantu meredakan kecemasan yang terkait dengan perasaan ini.

Mengurangi penggunaan media sosial juga merupakan langkah awal yang baik. Dengan mengurangi frekuensi pengecekan platform sosial, stres yang disebabkan oleh FOMO dapat diminimalisir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengatasi FOMO: Memahami dan Mencegah Dampak Negatifnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!