Kesuksesan film horor Cerita Lila di bioskop Indonesia menjadi awal dari ambisi besar Show Token untuk mengembangkan industri perfilman nasional. Setelah film tersebut berhasil menembus lebih dari 650 ribu penonton, perusahaan berbasis blockchain dan AI itu langsung menyiapkan lebih dari 30 judul film baru yang akan diproduksi sepanjang tahun ini.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan Cerita Lila bukan sekadar pencapaian di box office, tetapi juga membuka peluang lahirnya lebih banyak karya film Indonesia dengan dukungan pendanaan berbasis teknologi.
Cerita Lila Raih Ratusan Ribu Penonton
Sejak tayang pada 18 Juni 2026, Cerita Lila berhasil menarik perhatian pecinta film horor Tanah Air. Film garapan sutradara Bobby Prasetyo ini diadaptasi dari kisah penelusuran mistis populer milik Sara Wijayanto dalam kanal YouTube Diary Misteri Sara.
Ceritanya mengikuti perjalanan arwah seorang gadis kecil bernama Lila yang terus mencari saudari kembarnya, Lili, setelah kematian memisahkan mereka. Perpaduan unsur horor, misteri, dan drama keluarga membuat film ini ramai diperbincangkan di media sosial hingga berhasil meraih lebih dari 650 ribu penonton.
Kesuksesan Jadi Modal Ekspansi
Eksekutif Produser Cerita Lila, Akshay Melwani, mengatakan Indonesia memiliki banyak cerita menarik yang layak dikenal dunia. Namun menurutnya, industri film masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal pendanaan dan akses menuju pasar global.
Karena itu, Show Token berupaya menghadirkan ekosistem digital yang memungkinkan proses pembiayaan film dilakukan dengan cara yang lebih modern.
"Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, namun sering kali langkah kita terhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global," ujar Akshay.
Ia berharap ekosistem tersebut mampu mempertemukan para kreator dengan investor sekaligus membuka akses distribusi yang lebih luas bagi karya-karya anak bangsa.
Lebih dari 30 Film Sudah Disiapkan
Setelah Cerita Lila, Show Token bersama MVP Pictures akan melanjutkan kolaborasi lewat film horor Sihir Tanah Kubur yang dijadwalkan tayang pada Juli 2026.
Tak hanya itu, Show Token juga menggandeng A&Z Production dan sejumlah rumah produksi lainnya untuk mengembangkan berbagai proyek baru.
Beberapa judul yang telah diumumkan antara lain:
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Taboo
Siti Vampire
Sebelum Tiga Puluh
Seluruh proyek tersebut menjadi bagian dari target produksi lebih dari 30 film bergenre horor dan drama.
Siapkan Investasi Rp1,7 Triliun
Chief Operating Officer (COO) Show Token, Joshua Khubani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan investasi sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,7 triliun untuk mendukung perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.
Menurut Joshua, Indonesia dipilih sebagai fokus utama karena memiliki sumber daya kreatif yang sangat besar.
"Kami melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai pusat lahirnya talenta-talenta kreatif yang membutuhkan dukungan pembiayaan dan sistem distribusi yang lebih efisien," ujarnya.
Optimistis Film Lokal Makin Mendunia
Keberhasilan Cerita Lila dinilai menjadi sinyal positif bahwa film Indonesia masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah persaingan industri hiburan.
Dengan dukungan investasi, teknologi, serta kolaborasi bersama sejumlah rumah produksi, Show Token optimistis karya-karya sineas Tanah Air akan semakin mudah menjangkau pasar internasional.
Jika seluruh rencana tersebut berjalan sesuai target, Indonesia berpotensi melahirkan lebih banyak film berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus memperkuat posisi industri perfilman nasional di era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: