Debut Film Horor 'Songko': Ketegangan dan Teror Legenda Minahasa Miris
Rumah produksi Dunia Mencekam Film bersama Santara telah resmi merilis trailer untuk film horor terbarunya yang berjudul 'Songko'. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Dengan latar belakang legenda dari Tomohon, Sulawesi Utara, trailer berdurasi kurang dari dua menit memperlihatkan ketegangan yang melanda sebuah desa terkait misteri kematian perempuan muda yang menggemparkan.
Trailer 'Songko' memberi gambaran awal tentang sebuah desa yang damai yang mendadak diterpa oleh teror. Warga mulai menemukan perempuan-perempuan muda tewas dengan cara yang mengenaskan, menambah rasa takut di tengah komunitas.
Makhluk bernama Songko pun jadi pusat perhatian, menciptakan ketegangan yang meningkat dalam setiap adegan. Penonton dapat merasakan bagaimana ketidakpastian dapat mengubah kedamaian menjadi suasana penuh kecurigaan dan tuduhan.
Dinamika antar keluarga pun dipaparkan, menunjukkan bagaimana ketakutan dapat menjadi senjata yang memecah belah komunitas. Konflik ini membawa dampak signifikan dalam menghadapi ketidakpastian yang melanda desa.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Disutradarai oleh Gerald Mamahit, trailer 'Songko' menunjukkan kemampuan dalam membangun atmosfer ketegangan. Ini menjadi debutnya sebagai sutradara layar lebar, menandai langkah baru dalam kariernya.
Film ini menghadirkan deretan bintang seperti Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak yang mengeksplorasi tema-tema dalam nuansa horor. Annette mengungkapkan, 'Lokasi di Tomohon dengan cerita legenda yang kuat membuat suasananya terasa sangat hidup.'
Imelda Therinne menambahkan, 'Yang membuat cerita ini menarik adalah bagaimana rasa takut bisa membuat orang saling mencurigai dan saling menyalahkan.' Ini menunjukkan bahwa film ini tidak hanya bergantung pada sosok makhluk menyeramkan tetapi juga pada dinamika sosial yang mendalam.
Mengambil inspirasi dari legenda populer dalam masyarakat Minahasa, film ini bercerita tentang teror yang melanda desa di Tomohon pada tahun 1986. Sejumlah perempuan muda ditemukan tewas secara misterius, menciptakan kengerian yang melanda warga.
Warga desa mulai percaya bahwa bencana yang menimpa mereka terkait dengan Songko, makhluk yang konon mengincar darah perempuan muda demi kekekalan. Kejadian ini memicu kepanikan yang meluas dalam komunitas.
Saat tuduhan dan konflik antarwarga semakin dalam, teror yang mendera tidak hanya menyasar korban, tetapi juga menghancurkan stabilitas masyarakat desa. Suasana menjadi semakin tegang dan menciptakan dampak yang jauh lebih besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: