Senin, 16 JUNI 2025 • 06:42 WIB

Investasi Resort dari Putra Mahkota UEA di Aceh Singkil Masih Berlanjut

Author

Generated by Journalist AI

santaitalks.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan rencana investasi dari Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA), Mohamed bin Zayed, untuk mendirikan resort di Aceh Singkil. Rencana ini sudah dibahas sebelumnya dan Luhut menegaskan bahwa proyek tersebut belum sepenuhnya dibatalkan walaupun ada beberapa penundaan.

Luhut menjelaskan bahwa minat investasi ini dipicu oleh keindahan alam Aceh Singkil yang menarik perhatian Mohamed bin Zayed. Melalui wawancara, Luhut menyampaikan bahwa resort yang direncanakan terletak di kawasan yang masih memiliki kekayaan hayati yang utuh.

Minat Investasi dari UEA

Luhut menyampaikan bahwa minat Mohamed bin Zayed untuk membangun resort eksklusif di Aceh Singkil disebabkan oleh keindahan alam kawasan tersebut. “Kalau Singkil itu kan saya sudah pergi sana ya. Memang waktu itu Mohamed bin Zayed, Royal Highness dari Abu Dhabi pingin ada satu resort di daerah Singkil,” katanya.

Keindahan gugusan pulau Singkil yang kaya akan keanekaragaman hayati menjadi daya tarik tersendiri bagi Putra Mahkota ini. “Itu memang resortnya, pulaunya bagus. Di situ ada kawasan seperti rawa, tapi yang bagus, yang macam-macam binatang masih tumbuh di sana,” ungkap Luhut.

Status Proyek yang Masih Terbuka

Meski proyek tersebut sempat mengalami penundaan karena beberapa alasan, Luhut memastikan bahwa proyek ini belum sepenuhnya dibatalkan. “Mereka sudah ini jauh. Tapi kemudian agak tertunda karena satu dan lain hal. Dan waktu itu saya sampaikan pada Gubernur Aceh supaya diakomodasi lah,” jelasnya.

Dukungan dari pemerintah daerah dinilai sangat penting untuk kelancaran rencana investasi ini. Luhut menegaskan bahwa kerjasama antara pemerintah pusat dan lokal perlu terjalin untuk mempermudah proses investasi yang diinginkan.

Isu Terkait Eksplorasi Migas

Saat ditanya mengenai apakah investasi ini berkaitan dengan eksplorasi migas di wilayah tersebut, Luhut menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. “Oh enggak. Sampai hari ini kita belum tahu soal migas. Mungkin saja ada, tapi yang saya pastikan di situ memang bagus. Ada berapa pulau itu,” ujarnya.

Luhut juga memastikan bahwa informasi yang dimilikinya tidak berkaitan dengan kontroversi empat pulau yang belakangan menjadi perdebatan di antara Aceh dan Sumatera Utara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU