santaitalks.com – Musik selalu punya cara untuk menghibur hati yang galau dan putus asa. Dari lagu-lagu jadul, ada banyak yang tetap relevan dan dapat membantu mengatasi perasaan tersebut.
1. ‘Pupus’ – Dewa 19
Lagu ‘Pupus’ dari Dewa 19 hadirkan nuansa melankolis yang bisa menyentuh hati. Liriknya yang puitis gambarkan rasa kehilangan dalam, perfect untuk yang sedang patah hati.
Dengan vokal khas Ahmad Dhani, lagu ini mampu mengajak pendengar meresapi setiap bait. Suara alat musik yang mellow juga menambah kedalaman lagu ini.
2. ‘Cinta’ – Glenn Fredly
‘Cinta’ merupakan salah satu lagu paling ikonik dari Glenn Fredly yang bisa mengobati rasa galau. Melodi lembut dan lirik penuh makna bikin lagu ini masih relevan hingga kini.
Banyak orang merasa terhubung dengan cerita cinta yang diungkap dalam lagu ini. Tidak heran jika lagu ini sering diputar saat momen-momen penuh perasaan.
3. ‘Bila Cinta Tak Menggoda’ – Naff
Naff dengan lagu ‘Bila Cinta Tak Menggoda’ mampu menyentuh banyak hati di masanya. Lagu ini berbicara tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan dan rasa sedih yang menyertai.
Nuansa dalam lagu ini pas banget buat yang lagi merasakan kerinduan atau kehilangan cinta. Setiap nada dan liriknya membuat kita terbawa suasana.
4. ‘Separuh Aku’ – Noe and The Panas Dalam
‘Separuh Aku’ adalah lagu yang bercerita tentang kerinduan dan cinta yang terpisah. Dengan cepat, lagu ini bisa menyentuh emosi pendengar dengan lirik yang kuat.
Musik yang disajikan juga sangat harmonis, menambah kesan mendalam saat mendengarkannya. Bagi yang merasakan kehilangan, lagu ini jadi teman terbaik.
5. ‘Sampai Jumpa’ – Endank Soekamti
Lagu ‘Sampai Jumpa’ bawa warna ceria meski bercerita tentang perpisahan. Vibe positif dari lagu ini memberikan harapan baru bagi yang merasakan hal ini.
Setiap pengalaman pasti berbeda, dan lirik sederhana membuat kita bisa merenungi berbagai situasi. Ini bisa jadi cara baik untuk melepas kesedihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: