Senin, 21 JULI 2025 • 09:29 WIB

Penutupan Sementara Kuil Hindu Murugan di Jakarta

Author

santaitalks.com – Kuil Hindu Murugan Temple yang terletak di Jakarta kini ditutup sementara untuk melakukan pembenahan sistem pelayanan yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Penutupan ini menciptakan rasa penasaran di kalangan para pengunjung yang ingin beribadah dan menikmati keindahan kuil yang baru diresmikan pada Februari lalu.

Alasan Penutupan Kuil

Ketua Umum Yayasan Shri Sanathana Dharma Aalayam, Selwendren, menjelaskan bahwa penutupan kuil berkaitan dengan pembenahan sistem pelayanan. “Hal ini disebabkan kami sedang membuat sebuah sistem kunjungan dan segala hal yang menyangkut kenyamanan bagi bapak ibu, saudara, saudari sekalian,” ungkapnya.

Kuil ini biasanya menerima pengunjung setiap hari dari pukul 13.00 hingga 15.30 WIB. Namun, selama penutupan ini, kegiatan kunjungan sebagai nonibadah tidak diperbolehkan.

Selwendren juga mengungkapkan ketidakpastiannya kapan kuil terbesar di Indonesia ini akan kembali dibuka untuk umum. Pengumuman lebih lanjut akan disampaikan melalui kanal resmi mereka.

Reaksi Pengunjung

Penutupan sementara ini mengecewakan banyak pengunjung, termasuk mereka yang datang dari berbagai daerah di Jabodetabek. Seorang pengunjung bernama Yuni mengatakan, “Saya pernah lihat waktu sebelum jadi. Sekarang penasaran mau lihat, tapi ternyata tutup.”

Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengunjungi kuil yang baru saja diresmikan. Banyak yang menantikan untuk melihat keunikan dan keindahan budaya yang ada di dalamnya.

Dampak penutupan kuil ini tidak hanya dirasakan oleh pengunjung lokal, tetapi juga menimbulkan rasa penasaran dari calon pengunjung yang ingin merasakan pengalaman spiritualitas di Murugan Temple.

Keunikan Jakarta Murugan Temple

Jakarta Murugan Temple terletak di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat dan memiliki berbagai elemen kebudayaan. Ini termasuk kombinasi dari Budaya Hindu Bali, Jawa, dan India.

Situs resmi kuil menyebutkan bahwa kuil ini memiliki Raja Gopuram setinggi 40 meter yang dinamakan Visera Gopuram, serta patung Dewa Muruga setinggi 20 meter di bagian depannya. Ini menjadikannya salah satu kuil Hindu terbesar yang ada di Indonesia.

Pembangunan kuil ini melibatkan 45 pematung candi (Sirphi) yang dipimpin oleh seniman dari Tamil Nadu, India, menunjukkan dedikasi dan kerajinan tangan yang tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU