BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 23 JUNI 2025 • 05:27 WIB

Kisah Tragis Kasus Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman

santaitalks.com – Kasus pembunuhan berantai di Padang Pariaman, Sumatera Barat kembali mengguncang masyarakat setelah penemuan potongan tubuh di Sungai Batang Anai pada 16 Juni 2025. Polisi telah menangkap tersangka berinisial SJ alias Wanda, yang mengaku membunuh tiga perempuan muda dengan satu di antaranya mengalami mutilasi.

Wanda, seorang pria berusia 25 tahun, ditangkap pada 19 Juni 2025 berkat pengakuannya yang mengarah pada identifikasi ketiga korban. Dari keterangan yang diperoleh, Wanda marah karena salah satu korbannya belum membayar utang.

Awal Mula Kasus Terungkap

Kasus ini bermula ketika potongan tubuh SA ditemukan di Sungai Batang Anai pada 16 Juni 2025. Keluarga korban mengenali jasadnya di RS Bhayangkara Polda Sumbar dan melaporkan bahwa SA hilang beberapa hari sebelum penemuan.

Identifikasi korban dilakukan oleh sahabatnya yang menyebutkan cincin dan aksesori yang masih tertinggal. Temuan ini mendorong kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka SJ alias Wanda.

Motif Pembunuhan dan Mutilasi

Dalam pemeriksaan, Wanda mengakui bahwa pembunuhan SA dipicu oleh utang sebesar Rp 3,5 juta yang belum dibayar. Meskipun tidak menjelaskan dengan jelas motif mutilasi, Ketua Polres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, menjelaskan, ‘Dari pengakuan SJ alias Wanda, motifnya sakit hati karena ada pinjaman yang belum dibayar.’

Wanda diduga telah membunuh tiga perempuan muda, yang terdiri dari SA, mantan kekasihnya SO, dan teman AG. Setelah melakukan pembunuhan, Wanda mengangkut jasad SA menggunakan kendaraan dan membuangnya ke sungai.

Evakuasi Korban dan Kehilangan yang Menyedihkan

Polisi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman melakukan evakuasi dua kerangka manusia dari sumur tua di Pasar Usang, tempat di mana jasad SO dan AG ditemukan. AKBP Faisol mengungkapkan, ‘Dengan adanya fakta penambahan korban ini, kami perlu memastikan apakah ada kemungkinan korban lain.’

Berita duka juga menghampiri orangtua SO yang mengalami kehilangan ganda. Faisol menyatakan, ‘Yang bersangkutan meninggal karena kaget mendengar kabar anaknya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal.’

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kisah Tragis Kasus Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!