Ancaman Siber yang Mengintai di Balik Teknologi Otomotif Terkini
Perkembangan teknologi otomotif yang semakin maju membawa risiko baru berupa serangan siber. Hal ini berpotensi membahayakan keamanan sistem transportasi dan data pribadi pengguna.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Menurut perusahaan keamanan siber Kaspersky, ancaman kepada industri otomotif diprediksi akan semakin bervariasi dan tidak hanya sepakat pada kendaraan, tetapi juga meliputi infrastruktur terkait.
Digitalisasi pada sektor transportasi, termasuk layanan taksi dan car sharing, menciptakan celah bagi pelaku kejahatan siber. Data pribadi pelanggan menjadi target empuk untuk dicuri.
Risiko serangan ransomware meningkat, bahkan dapat melumpuhkan operasional perusahaan. Serangan yang memanfaatkan penguncian mobil dari jarak jauh pun berpotensi mengancam armada besar.
Dalam sektor logistik, peretasan menghasilkan pencurian kargo melalui manipulasi data pengiriman. Ancaman ini berimplikasi tidak hanya pada operasional tetapi juga kerugian finansial yang signifikan.
Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat
Transformasi digital juga mencakup stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik. Dengan konektivitas ke cloud, serangan menjadi semakin mungkin terjadi.
Tujuan dari serangan ini bervariasi, mulai dari pencurian listrik hingga data pelanggan. Kerawanan sistem pengisian daya menunjukkan perlunya peningkatan keamanan siber di infrastruktur publik.
Keberadaan sistem yang aman sangat mendesak untuk melindungi sumber daya dan informasi berharga penggunanya.
Kendaraan modern kini mengandalkan unit kontrol elektronik (ECU) yang saling terhubung, meningkatkan kompleksitas dan potensi risiko. Kerentanan arsitektur kendaraan dapat dimanfaatkan untuk mencuri kendaraan.
Contoh terbaru menunjukkan penyerang mengeksploitasi sambungan pada bus CAN untuk mengakses sistem starter mesin. Ini memperingatkan pentingnya memperhatikan desain sistem yang aman.
Artem Zinenko, Kepala Riset Kaspersky ICS CERT, menyarankan perlunya audit keamanan agar perlindungan di seluruh rantai pasokan otomotif dapat lebih terjamin.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: