Masyarakat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut bulan suci Ramadan, momen penting dalam kalender Islam yang diperkirakan mulai pada Kamis, 19 Februari 2026, di Arab Saudi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Perhitungan ini dilakukan oleh Departemen Astronomi dan Ilmu Antariksa di Universitas King Abdulaziz, yang mengkonfirmasi pentingnya observasi bulan dalam penentuan tanggal puasa.
Prediksi Tanggal Puasa
Departemen Astronomi dan Ilmu Antariksa di Universitas King Abdulaziz memperkirakan bahwa bulan suci Ramadan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kepastian tanggal tersebut biasanya ditentukan sehari sebelum puasa dimulai, tergantung pada pengamatan bulan.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Pengamatan Bulan dan Ketidakpastian Tanggal
Ibrahim Al Jarwan, Presiden Masyarakat Astronomi Emirat, mengonfirmasi bahwa awal puasa Ramadan di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada tanggal yang sama.
Dia meramalkan bahwa bulan sabit Ramadan 2026 akan muncul pada Selasa, 17 Februari dan menghilang satu menit setelah matahari terbenam.
Metode Penentuan Puasa
Pemerintah Arab Saudi menggunakan kombinasi metode hisab wujudul hilal dan metode rukyat untuk menetapkan waktu pelaksanaan puasa.
Departemen Astronomi di Universitas King Abdulaziz merupakan salah satu institusi tertua yang fokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan antariksa di Kerajaan.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: