Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 20:20 WIB

Memahami Hilal: Kenapa Bulan Baru Sering Sulit Terlihat?

Author

Memahami Hilal: Kenapa Bulan Baru Sering Sulit Terlihat?

Hilal, fenomena penampakan bulan sabit, selalu menjadi perbincangan saat awal bulan Hijriyah. Keberadaan hilal ini bukan cuma sekadar simbol, tetapi juga sangat penting dalam menentukan waktu ibadah umat Muslim.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Namun, banyak yang belum memahami mengapa hilal sering kali sulit untuk terlihat. Artikel ini akan menguraikan faktor-faktor ilmiah yang memengaruhi visibilitas hilal di langit.

Apa Itu Hilal?

Hilal merujuk pada penampakan bulan sabit yang muncul setelah fase bulan baru. Dalam konteks kalender Hijriyah, bulan baru menandakan awal bulan dan memiliki makna penting bagi umat Muslim.

Fase hilal terjadi ketika bulan telah menjauh dari posisi matahari di langit. Pada saat inilah cahaya matahari mulai menerangi sisi bulan yang menghadap ke bumi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Visibilitas Hilal

Salah satu faktor kunci adalah posisi bulan yang harus berada di atas horizon agar dapat terlihat. Jika bulan terlalu dekat dengan matahari, cahaya yang diterima menjadi sangat sulit untuk diamati.

Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM

Kondisi atmosfer juga memainkan peranan penting. Polusi udara, keberadaan awan, serta tingkat kelembapan dapat menghalangi penglihatan terhadap hilal.

Waktu pengamatan sangat menentukan. Rentang waktu dari terbenamnya matahari hingga sekitar 30 menit setelahnya adalah waktu krusial untuk melihat hilal.

Teknik Pengamatan Hilal

Berbagai teknik digunakan untuk memfasilitasi pengamatan hilal, salah satunya adalah teleskop yang bisa memperjelas pandangan. Penggunaan teleskop memudahkan pengamat untuk melihat bulan lebih jelas.

Ilmuwan juga sering mengandalkan ilmu astronomi untuk menghitung lokasi dan posisi bulan pada waktu tertentu. Data yang akurat dan sistematik mempermudah para astronom dan pengamat di lapangan.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, banyak observatorium memanfaatkan perangkat digital untuk melakukan deteksi hilal secara langsung, sehingga mempermudah pengamatan.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU