Nokturia, atau frekuensi buang air kecil di malam hari, adalah masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang dewasa, terutama yang berusia di atas 30 tahun.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Memahami penyebab dan langkah-langkah untuk mengatasinya menjadi penting untuk mendukung kualitas tidur yang lebih baik.
Memahami Nokturia dan Prevalensinya
Sekitar sepertiga dari populasi dewasa mengalami nokturia dengan prevalensi yang meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia, terutama bagi individu di atas 65 tahun.
Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah perubahan produksi urin yang berlebihan di malam hari dan ketidakmampuan kandung kemih dalam menampung urin.
Faktor Penyebab yang Memengaruhi Nokturia
Menurut Dr. Donald Bliwise, spesialis tidur di Emory University Medical Center, pada orang yang lebih tua, produksi urin yang biasanya berlangsung di siang hari beralih ke malam.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Penyebab tambahan meliputi perubahan elastisitas kandung kemih, melemahnya otot dasar panggul, serta pembesaran prostat pada pria, yang memperparah kondisi ini.
Dr. Alayne Markland dari University of Utah Health menyatakan, 'Makanya lansia sering mengalami nokturia.'
Solusi untuk Mengurangi Frekuensi Nokturia
Untuk mengurangi frekuensi terbangun di malam hari, Dr. Alison Huang dari University of California merekomendasikan menghindari konsumsi minuman berkafein dan alkohol menjelang tidur.
Memperhatikan asupan cairan dalam dua hingga empat jam sebelum tidur juga sangat disarankan untuk meminimalisir frekuensi buang air kecil.
Stoking kompresi dan latihan untuk memperkuat otot dasar panggul dapat menjadi langkah tambahan yang bermanfaat bagi individu dengan gejala nokturia.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: